Menegangkan! Detik-detik Basarnas Evakuasi 6 Awak KM Elang Laut Saat Terombang-ambing di Tengah Laut

Rabu, 15 September 2021 – 07:01 WIB

Ilustrasi Kapal Tenggelam (Foto: Istimewa)

Ilustrasi Kapal Tenggelam (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Detik-detik penyelamatan awak Kapal Motor (KM) Elang Laut yang terbalik di perairan Pulau Damar, Kepulauan Seribu, pada Selasa 14 September 2021 siang berlangsung dramatis.

Dari video yang beredar, terlihat para awak kapal yang selamat bertahan di atas bangkai kapal yang terbalik dengan kondisi terombang-ambing di tengah laut.

Kemudian, tim penyelamat melemparkan pelampung yang diikat tali untuk mengevakuasi para korban selamat.


Satu persatu korban pun langsung meraih pelampung tersebut kemudian ditarik menuju kapal tim penyelamat.

Kepala Kantor Pencarian dan Penyelamatan Jakarta (Basarnas), Hendra Sudirman mengatakan, pihaknya berhasil menyelamatkan 6 awak kapal dan 4 orang lainnya belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian.
 

"Untuk kapal KM Elang Laut yang terbalik di timur lautnya pulau Damar, atau di teluk Kepulauan Seribu, pukul 11.16 WIB. Kru dari KM Elang Laut seluruhnya ada 10 orang, masih ada empat yang kita cari, saat ini anggota masih dilokasi yang empat, yang enam udah kita evakuasi," katanya di Pantai Mutiara, Selasa 14 September 2021.

Kata Hendra pihaknya mendapat laporan adanya kapal yang terbalik oleh KM Tanto Setia yang berlayar dari Balawan menuju Tanjung Priok.


Mendapat laporan tersebut, pihaknya langsung bergegas ke lokasi dengan menerjunkan dua kapal patroli cepat jenis kapal tiup kaku (rigid inflatable boat/ RIB) nomor 01 dan 03 dengan kekuatan 8 personel.

"Selanjutnya kami langsung aksi, dan Alhamdulillah ada enam orang yang kita selamatkan," katanya.

Lalu korban selamat dibawa ke Dermaga Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara.

Berdasarkan keterangan korban, KM Elang Laut tersebut berlayar dari Dermaga Muara Angke menuju Kalimantan. 

 

 

Diduga peristiwa itu terjadi akibat gelombang tinggi dan angin kencang. Pasalnya dalam dua hari terakhir, perairan Kepulauan Seribu dan Teluk Jakarta dilanda gelombang tinggi dan angin kencang.

"Tadi pagi pun, angin rata-rata kecepatannya mencapai 30 knot. Ketinggian gelombang masih rata-rata 1-1,5 meter," katanya.

Hendra menjelaskan belakangan memang ada cuaca ekstrem di sekitar lokasi kejadian. Hanya saja masih perlu dilakukan penyelidikan perihal penyebab kapal terbalik tersebut.

"Situasi ekstrem begini dari cuaca maupun gelombang, kendala alam itu pasti ada," ucap Hendra.