Panglima AS Diam-diam Hubungi Jenderal Cina, Janji akan Beri Tahu Bila Diperintahkan Menyerang

Rabu, 15 September 2021 – 09:35 WIB

 Panglima Militer AS, Jenderal Mark Milley (Foto:National Review)

Panglima Militer AS, Jenderal Mark Milley (Foto:National Review)

WASHINGTON DC, REQNews – Menggemparkan, sebuah buku mengungkapkan Panglima Militer AS, Jenderal Mark Milley secara diam-diam menghubungi petinggi militer Cina, tahun lalu.

Dalam buku itu, wartawan Bob Woodward dan Robert Costa mewawancarai 200 sumber berbeda untuk mengupas seputar kekacauan dan transisi kekuasaan antara masa kepresidenan Donald Trump dan Joe Biden.

Buku berjudul “Peril” itu mengungkapkan bahwa Jenderal Milley menelepon rekannya dari Cina sebelum Pemilu AS 3 November 2020 digelar.

Menurut ulasan buku itu di laman Washington Post, Milley juga menelepon jenderal Cina bernama Li Zuocheng, beberapa hari setelah kerusuhan 6 Januari lalu di Gedung DPR AS (US Capitol).

Kala itu, Milley dilaporkan mengatakan kepada Li bahwa dia berharap untuk meredakan ketakutan akan serangan AS terhadap Cina. Kalaupun Trump memerintahkan serangan ke Tiongkok, jenderal itu berjanji akan memberi tahu Cina sebelumnya.

“Jenderal Li, Anda dan saya sudah saling kenal selama lima tahun. Jika kami (AS) akan menyerang (China), saya akan menelepon Anda sebelumnya. Itu tidak akan mengejutkan,” kata Milley seperti dikutip buku itu. Wartawan telah memintai komentar Gedung Putih terkait laporan Woodward dan Costa itu.

Namun, istana kepresidenan AS itu meminta agar persoalan tersebut ditanya langsung kepada Departemen Pertahanan AS (Pentagon).

Dalam panggilan telepon pada 8 Januari, atau dua hari setelah pendukung Trump menyerbu Gedung US Capitol, Milley dilaporkan berbicara dengan Ketua DPR AS, Nancy Pelosi. Kedua orang itu mengatakan Trump sudah gila karena membiarkan pendukungnya menyerang gedung parlemen.

Tak lama setelah Washington Post menerbitkan ulasan tentang buku itu, seruan agar Milley segera mundur dari jabatannya pun kian meningkat di Amerika Serikat.

Senator Marco Rubio mengirim surat kepada Joe Biden, menuntut agar sang presiden segera memecat Milley.

Rubio, yang juga seorang politikus senior Partai Republik, menuduh Milley bekerja secara aktif untuk merusak kehormatan presiden selaku panglima tertinggi Angkatan Bersenjata Amerika Serikat.

Dia juga menuding Milley berusaha membocorkan informasi rahasia kepada Partai Komunis Cina sebelum potensi konflik bersenjata dengan Tiongkok.