Tiga Mantan Presiden AS Bergabung, Ini yang Akan Dilakukan untuk Afghanistan

Rabu, 15 September 2021 – 13:32 WIB

 George W Bush, Bill Clinton, dan Barack Obama (Foto:ABC7 San Francisco)

George W Bush, Bill Clinton, dan Barack Obama (Foto:ABC7 San Francisco)

WASHINGTON, REQNews - Tiga mantan presiden Amerika Serikat (AS), George W Bush, Bill Clinton, dan Barack Obama, bergabung untuk membantu para pengungsi Afghanistan yang menetap di negara itu.

Para mantan pemimpin beserta istri mereka akan menjadi bagian dari Welcome.US, sebuah kelompok berlatar belakang advokasi, bisnis, serta petinggi lainnya yang diluncurkan pada Selasa 14 September 2021.

Welcome.US menyatakan akan membantu puluhan ribu warga Afghanistan yang melarikan diri dari negara mereka setelah Taliban mengambil alih pemerintahan.

"Ribuan warga Afghanistan berdiri bersama kami di garis depan untuk mendorong dunia yang lebih aman dan sekarang mereka membutuhkan bantuan kita. Kami bangga mendukung Welcome.US dan tugas untuk membantu keluarga Afghanistan menetap serta membangun kehidupan baru," kata George W Bush dan istrinya, Laura, dalam pernyataan itu, seperti dikutip dari Reuters.

"Kami siap menunjukkan kepada tetangga baru kami, Afghanistan, serta seluruh dunia bagaimana semangat keramahan dan kemurah hati membentuk tulang punggung dari apa yang menjadikan negara kita begitu hebat," ujarnya, melanjutkan.

Sementara itu perwakilan Bill Clinton dan istrinya, Hillary, serta Barack Obama dan Michelle belum menyampaikan pernyataan langsung.

Kelompok tersebut juga mendapat dukungan dari lebih dari 280 individu dan entitas, termasuk kalangan bisnis AS seperti Microsoft, Starbucks, CVS Health, dan AirBnB, serta berbagai organisasi nirlaba, dan kelompok veteran.

Beberapa gubernur dan wali kota dari Partai Republik dan Demokrat serta mantan gubernur juga terlibat. Sejumlah pemimpin negara bagian dan lokal AS mengatakan mereka akan menyambut pengungsi ke dalam lingkungan mereka, meskipun tampaknya akan terganjal aturan imigrasi.

Puluhan ribu pengungsi Afghanistan diterbangkan dari negaranya melalui evakuasi besar-besaran dan tergesa-gesa yang mengundang kritikan tajam.

Pemerintahan Joe Biden berkomitmen menampung 50.000 pengungsi di pangkalan militer AS. Sebagian lainnya ditampung di fasilitas AS di luar negeri.