5 Anak Punk Meregang Nyawa Usai Diberi 'Miras' Hand Sanitizer, Pelaku Mengaku Sakit Hati

Rabu, 15 September 2021 – 14:04 WIB

Ilustrasi miras oplosan (Foto: Istimewa)

Ilustrasi miras oplosan (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Nasib 5 anak punk di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim) berakhir tragis setelah meminum minuman keras (miras) yang dioplos dengan hand sanitizer oleh remaja berinisial HK (17). Pelaku mengaku sakit hati dan kesal karena kerap dipalak anak punk.

"Pelaku kesal uang hasil kerjanya sering diminta sama para korban untuk membeli alkohol," kata Kapolres Berau AKBP Anggoro Wicaksono dalam keterangan kepada wartawan, Rabu 15 September 2021.

HK, yang kerap dipalak, lantas sakit hati sehingga muncul niat memberikan miras dioplos hand sanitizer kepada teman-temannya itu. Dia lalu mengambil 1 jeriken hand sanitizer dari perusahaan tempatnya bekerja.

Awalnya HK menghubungi korban berinisial AG dan berjanji akan memberi miras untuk AG dan rekan anak punk lainnya.

"Sebelum diberikan, oleh pelaku hand sanitizer ini dicicip dulu seteguk untuk memastikan rasanya tak jauh berbeda dengan miras Cap Tikus (oplosan) dan juga memastikan reaksi setelah meminum akan menimbulkan sakit perut," kata AKBP Anggoro.

Pada Jumat siang 10 September 2021 lalu, HK memberikan satu botol hand sanitizer berukuran 1,5 liter kepada 7 orang anak punk dan minuman itu habis diminum oleh pelaku.

Karena melihat korban baik-baik saja setelah menenggak 1 botol miras hand sanitizer, pada malamnya HK kembali memberikan 2 botol miras hand sanitizer itu kepada rekan-rekanya.

"Pesta miras yang kedua kalinya mereka minum di pinggir sungai, pelaku sendiri sempat diajak untuk minum bersama, tetapi saat di pinggir sungai pelaku beralasan sibuk memancing," katanya.

Pesta miras hand sanitizer oleh para korban terus berlanjut hingga Sabtu 11 September malam. Saat itu HK kembali memberikan 2 botol miras hand sanitizer kepada para korban yang tengah berkumpul di sebuah rumah kos.

"Di malam inilah para korban meninggal dunia usai menghabiskan dua botol hand sanitizer, awalnya 2 orang, yakni ST (18) dan AG (17), kemudian besoknya disusul PU (20), yang meninggal di rumah sakit," ucapnya.

AKBP Anggoro mengatakan HK memang merupakan karyawan di salah satu perusahaan di Berau, sehingga dia satu-satunya yang memiliki penghasilan di antara teman-temannya yang merupakan anak punk. Hal ini membuat anak-anak punk tersebut kerap memalak HK.

"Jadi kalau pelaku ini nggak kasih uang, oleh para korban di ancam akan dimusuhi dan tidak dibolehkan nongkrong bersama mereka," ujarnya.