Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!
Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!

Inggris dan Swiss Tandatangani Perjanjian Dagang Pasca Brexit

Senin, 11 Februari 2019 – 15:00 WIB

Brexit (FOTO: www.standard.co.uk)

Brexit (FOTO: www.standard.co.uk)

JAKARTA, REQNews - Inggris dan Swiss akan menandatangani perjanjian pada hari Senin (11/2/2019) untuk melanjutkan perdagangan dengan persyaratan preferensial setelah Brexit untuk melindungi hubungan perdagangan senilai 32 miliar Poundsterling. Departemen perdagangan Inggris mengatakan hal ini, sebagaimana diberitakan Reuters.

Penandatanganan resmi perjanjian adalah satu-satunya langkah konkret yang telah dilakukan Inggris. Tindakan ini untuk memastikan semua kesepakatan dagang saat ini yang memberi sejumlah benefit akan terus berlanjut setelah Inggris meninggalkan Uni Eropa, sebagaimana ketika Inggris sebagai anggota Uni Eropa. Inggis akan meninggalkan blok Uni Eropa bulan depan.

“Ini tidak hanya akan membantu mendukung pekerjaan di seluruh Inggris tetapi juga akan jadi landasan solid bagi kami untuk membangun hubungan perdagangan yang lebih kuat dengan Swiss, seperti kami tinggalkan UE, ”kata Menteri Perdagangan Internasional Liam Fox seperti dikutip dari Reuters.

Kesepakatan ini mencerminkan strategi "pikirkan celah" dari Swiss untuk memastikan hubungan dagang yang lancar dengan Inggris.

Inggris telah mencapai jalan buntu dalam negosiasi ulang pada menit-menit terakhir dari kesepakatan keluarnya disetujui bersama UE tahun lalu. Tetapi hal itu sangat ditolak oleh parlemen Inggris pada bulan Januari.

Pemerintah Inggris mengatakan, bulan lalu, pihaknya mengharapkan Inggris, memerlukan pada sebagian besar perjanjian itu mereplikasi kesepakatan-kesepakatan dagang yang telah ada antara EU dan negara-negara pihak ketiga telah siap di akhir Maret mendatang.

Perjanjian kesinambungan yang serupa telah diumumkan dengan Israel. Selain itu, kesepakatan ‘saling menguntungkan’ telah disetujui dengan Australia dan Selandia Baru.

Tetapi Kepala Konfederasi Industri Inggris, Carolyn Fairbairn, mengatakan pada Minggu (10/2/2019), "mimpi buruk yang sedang berlangsung" dari keluarnya Inggris berarti mitra dagang utama seperti Jepang dan Korea Selatan enggan menandatangani kesepakatan sampai mereka tahu bentuk persisnya hubungan UE-Inggris di masa depan.

“Ini akan menjadi keputusan yang diambil oleh bisnis tentang pekerjaan dan investasi - dan bisnis akan mengurangi mereka - jadi Anda memiliki lebih sedikit potensi untuk berdagang secara global. Itu berarti lebih sedikit investasi di masa depan dan itu akan berarti lebih sedikit pekerjaan di masa depan, "katanya kepada Sky News.  (Prazz)