KPK Percepat Pemecatan Pegawainya yang Tak Lulus ASN, Novel Baswedan CS Diberhentikan 30 September

Rabu, 15 September 2021 – 16:37 WIB

Ketua KPK Firli Bahuri (Foto:Istimewa)

Ketua KPK Firli Bahuri (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Kabar yang beredar ada kemungkinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal mempercepat pemecatan pegawai yang tak lulus tes wawasan kebangsaan. Pemecatan yang direncanakan 1 November 2021 menjadi 30 September  2021.

Berdasarkan informasi yang beredar, surat keputusan (SK) pemberhentian pegawai tak lulus ASN sudah ditandangani pihak KPK. Proses penyusunan SK dilakukan oleh Biro Hukum, bukan Biro Sumber Daya Manusia (SDM).

Sementara itu, Ketua KPK Komjen Pol Firli Bahuri tidak mau berkomentar banyak terkait kabar tersebut, dan meminta masyarakat menunggu pengumuman dari pihaknya.

Firli mengatakan pihaknya akan segera mengumumkan keputusan berkaitan dengan pegawai yang tak lulus menjadi aparatur sipil negara (ASN) tersebut.

"Nanti ada waktunya dijelaskan oleh KPK kepada publik," ujar Firli dalam keterangannya, Rabu 15 September 2021.

Namun, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, Rabu, 15 September 2021 telah mengumumkan terkait kabar tersebut.

"Terhadap enam orang pegawai KPK yang dinyatakan tidak memenuhi syarat dan diberi kesempatan mengikuti pendidikan dan pelatihan bela negara dan wawasan kebangsaan namun tidak mengikutinya. Maka tidak bisa diangkat sebagai ASN dan akan diberhentikan dengan hormat per tanggal 30 September 2021. Memberhentikan dengan hormat kepada 50 orang pegawai KPK yang dinyatakan tidak memenuhi syarat per tanggal 30 September 2021," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata.

Sementara itu, KPK akan mengangkat dan melantik 18 orang pegawai lainnya menjadi ASN. Para pegawai KPK itu dilantik menjadi ASN setelah dinyatakan lulus dari diklat bela negara yang diselenggarakan beberapa waktu lalu.

"KPK akan mengangkat dan melantik 18 pegawai KPK yang telah mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan bela negara dan wawasan kebangsaan," ujarnya.

Seperti diketahui, 18 pegawai tersebut awalnya tak lulus TWK. Namun diberikan kesempatan menjalani pendidikan dan pelatihan bela negara dan wawasan kebangsaan di Universitas Pertahanan, Bogor. 18 pegawai itu kemudian dinyatakan lulus dan diangkat menjadi ASN.

Alexander mengungkapkan, KPK juga memberi kesempatan kepada tiga orang pegawai KPK yang baru menyelesaikan tugas luar negeri untuk mengikuti TWK. Ketiga orang tersebut akan mengikuti TWK pada tanggal 20 September 2021.