Napi Narkoba Penghuni Lapas Lebih dari 50%, Yasonna aja Heran Apalagi Masyarakat

Rabu, 15 September 2021 – 19:32 WIB

Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) Yasonna Laoly

Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) Yasonna Laoly

JAKARTA, REQnews - Menkumham Yasonna Laoly mengaku heran jumlah narapidana (Napi) narkoba itu yang menghuni lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia sangat mendominasi.

"Lebih dari 50 persen isi Lapas kami itu adalah (napi) narkoba, itu sesuatu yang sangat aneh, satu jenis crime mendominasi 50 persen lebih dari isi Lapas," katanya dalam rapat kerja dengan Baleg DPR dan DPD RI dalam siaran YouTube Baleg DPR RI, Rabu, 15 September 2021.

Yasonna menilai, ada sesuatu yang salah. Oleh sebab itu, menurutnya pemerintah sedang mengupayakan penyusunan revisi Undang-Undang tentang narkotika.

"Baru digabung yang korupsi, digabung penganiayaan, digabung pembunuhan, digabung pemerkosaan, digabung... You name it semua jenis crime kalah dengan (narkoba). Jadi something wrong, ada sesuatu yang aneh dan janggal," katanya.

Yasonna menjelaskan kapasitas napi narkoba di Lapas itu, saat menjawab pertanyaan salah satu anggota Baleg mengenai proges revisi undang-undang narkoba. Atas dasar permasalahan itu, Yasonna sepakat bahwa revisi UU tentang narkoba harus segera dilakukan.

"Maka sependapat bahwa rencana undang-undang narkotika ini harus kita ubah, ada beberapa pasal, sebetulnya pemerintah sudah terus-terus ingin melakukan itu dan sedikit ada perbedaan di kalangan institusi pemerintah," ucap Yasonna.

Mengenai revisi UU narkoba itu, Yasonna mengaku telah melakukan pembicaraan dengan Menko Polhukam Mahfud Md. Bahkan, Yasonna telah menyampaikan hal itu kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Lebih lanjut, Yasonna mengatakan pemerintah masih pada pihak yang akan mengusulkan revisi UU narkoba itu. Dia menegaskan bahwa pemerintah belum menyerah. "Saya kira kami belum menyerah untuk menyerahkan ke DPR," jelasnya.