Ditemukan Tewas, Begini Kondisi Tiga Kru Rimbun Air yang Jatuh di Papua

Rabu, 15 September 2021 – 20:35 WIB

Pesawat Rimbun Air (Foto: Istimewa)

Pesawat Rimbun Air (Foto: Istimewa)

PAPUA, REQnews - Kapolres Intan Jaya, AKBP Sandi Sultan mengungkap tiga kru pesawat Rimbun Air yang terjatuh di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, ditemukan tewas.

"Ditemukan di dalam pesawat 2 jenazah, 1 di luar pesawat itu mekaniknya, itu ditemukan kurang lebih 50 meter dari pesawat," kata Sandi Sultan kepada wartawan, Rabu 15 September 2021.

Ia mengatakan jasad pilot dan kopilot ditemukan di dalam pesawat. Ketiga kru itu adalah pilot HA Mirza, kopilot Fajar, dan mekanik Iswahyudi.

Jenazah Iswahyudi ditemukan dalam kondisi utuh, sementara jenazah kopilot ditemukan dengan kondisi luka berat di kepala. Kemudian pilot ditemukan dalam kondisi kaki luka berat.

Sandi mengatakan pencarian korban melibatkan sejumlah pihak termasuk warga, Basarnas, serta aparat gabungan TNI-Polri.

Dengan didampingi Danyon Mekanis 501/BY Letkol Arfa dan Wadanyon Mekanis 521/DY Mayor Edi, AKBP Sandi Sultan pun menjinjau lokasi kejadian.

"Saya koordinasi dengan Basarnas untuk menyiapkan daripada dukungan heli dan rappling untuk ke TKP-nya. Kemudian kami bekerja sama dengan masyarakat," katanya.

Sementara Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Musthofa Kamal menyebut pesawat ditemukan sekitar pukul 11.00 WIT di Bukit Kampung Bilogai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.

"Anggota menerima laporan dari masyarakat bahwa telah menemukan pesawat Rimbun Air PK-OTW di Kampung Bilogai Distrik Sugapa di ketinggian 2.400 meter," kata Kombes Kamal.

Ia mengatakan pada pukul 12.30 WIT, tim gabungan TNI-Polri dan pemuda gereja langsung menuju ke TKP guna mengevakuasi para korban. Menurutnya, pesawat jatuh sekitar 800 meter dari Bandara Bilogai, di perbukitan.

Lokasi tersebut dapat ditempuh menggunakan sepeda motor dan dilanjut berjalan kaki menuju perbukitan untuk sampai di titik jatuhnya pesawat. Petugas pun berupaya mengevakuasi kru pesawat beserta barang-barang yang ada di dalamnya.

Kamal mengatakan jenazah mekanik Iswahyudi langsung bisa diangkat karena posisi almarhum berada di ekor pesawat. Sementara, jenazah dua kru lainnya masih diupayakan dievakuasi mengingat letak jenazah kedua korban tertimbun bodi pesawat.

Jenazah ketiga korban akan dievakuasi ke Distrik Sugapa pada Kamis 16 September 2021. "Selain itu proses evakuasi terkendala cuaca karena dari sore tadi hingga saat ini di TKP masih hujan kabut," katanya.

Diketahui, pesawat Rimbun Air PK-OTW hilang kontak pada Rabu 15 September 2021, sekitar pukul 07.37 WIT. Pesawat terbang dari Kabupaten Nabire menuju Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.

"Pada saat kejadian cuaca memang kurang mendukung jadi diperkirakan pesawat akan landing namun landasan tidak terlihat jelas, karena jatuhnya pesawat ini tidak terlalu jauh dengan bandara," kata Kamal.