Tenaga Kesehatan Terluka Bahkan Meninggal Dunia, IDI Papua Surati Lukas Enembe, Ini yang Diminta

Sabtu, 18 September 2021 – 20:32 WIB

Lukas Enembe (Foto:Istimewa)

Lukas Enembe (Foto:Istimewa)

PAPUA, REQNews- Kejadian pembakaran fasilitas kesehatan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang, Provnsi Papua pada awal pekan ini 13 September 2021 telah mengakibatkan sejumlah tenaga kesehatan terluka dan bahkan ada yang meninggal dunia. Atas tindakan tersebut, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Papua mengecam tindakan aksi tersebut.

Atas kejadian itu pula IDI Papua menyerukan pernyataan sikap meminta jaminan keamanan dan keselamatan tenaga kesehatan medis demi kelancaran pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Papua.

“Kami meminta kepada pemerintah daerah provinsi Papua beserta TNI-POLRI untuk menjamin keamanan dan keselamatan tenaga kesehatan yang bertugas di seluruh wilayah Papua," ungkap Ketua IDI Wilayah Papua, dr Donald Aronggear, dalam pernyataan tertulis yang ditujukan kepada Gubernur Papua, Lukas Enembe, yang dikutip Sabtu, 19 September 2021.

Juga meminta kepada pemerintah provinsi Papua melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kotamadya/Kabupaten, para tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat untuk ikut terlibat dalam menjaga keamanan para tenaga kesehatan dalam menjalankan tugas,'' lanjut dia.

"Kami juga berharap kejadian serupa tidak lagi berulang sehingga tenaga kesehatan dapat memberikan pelayanan dengan tenang tanpa ada tekanan maupun rasa takut," tegas Donald.

Donald menjelaskan bahwa berkurangnya tenaga kesehatan medis di wilayah manapun di Papua terutama di wilayah pedalaman, akan sangat berdampak terhadap masyarakat Papua terutama yang sedang membutuhkan bantuan kesehatan, terutama di tengah situasi pandemi saat ini.

Pada hari Kamis, 16 September 2021, IDI Papua bersama dengan 250 tenaga kesehatan menggelar aksi berjalan kaki (long march) damai mengelilingi jalan protokol di Oksibil, ibu kota Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Hal itu dilakukan sebagai ungkapan rasa duka cita dan penghormatan bagi Gabriella Meilani, perawat Puskesmas Kiwirok, yang menjadi korban serangan kelompok kriminal bersenjata. Para tenaga kesehatan memasang pita hitam seraya menyalakan 1,000 lilin di sepanjang jalan sebagai tanda duka.