Polisi Tangkap Harry Kuncoro Mantan Narapidana Terorisme yang Memiliki Jaringan dengan ISIS

Senin, 11 Februari 2019 – 17:01 WIB

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

JAKARTA, REQnews – Polisi menangkap Harry Kuncoro (HK), mantan narapidana kasus terorisme yang pernah ditangkap terkait kelompok pimpinan Dulmatin.

Harry disebut-sebut sebagai aktor penting jaringan teroris di Indonesia, ia ditangkap pada 3 Januari 2019. Polisi baru merilis penangkapannya Senin (11/2/2019) dikarenakan untuk kepentingan penyidikan.

“Baru sekarang kita ungkap karena memang proses investigasi, butuh penguatan alat bukti dan lainnya untuk mentersangkakan HK,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, Senin (11/2/2019).

Dedi menerangkan, Harry hendak pergi ke Suriah melalui Iran, saat ditangkap polisi. Dia menggunakan identitas palsu agar lolos dari screening petugas. HK miliki nama lebih dari satu, untuk membuat paspor.

HK memiliki rekam jejak panjang dalam kasus teror di Indonesia. Dia sempat tiga kali keluar masuk penjara karena terlibat dengan kelompok Jamaah Islamiyah (Jamaah Islamiyah) pimpinan Nurdin M Top dan Dr. Azhari. Dia pernah melakukan aksi teror di beberapa wilayah. Antara lain di Bali, NTB dan Jogja.

Sebelumnya, HK divonis oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada tanggal 15 Maret 2012 dengan pidana penjara selama enam tahun dalam perkara Pasal 15 juncto Pasal 9 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 juncto Peraturan Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2002 tentang Terorisme karena telah menyembunyikan terpidana kasus terorisme Dulmatin serta terlibat dalam distribusi senjata dan amunisi untuk kelompok Dulmatin di wilayah Jawa Tengah.

Setelah dikeluarkan HK adalah aktor penting di Indonesia saat ini karena memiliki hubungan langsung dengan ISIS. Dia juga pernah bergabung dengan Kelompok Taliban. Saat ini, masih terus dilakukan pendalaman terhadap HK untuk mengungkap jaringan teroris di Indonesia dan luar negeri khususnya di Suriah. (nls)