Sentil Letjen Dudung, Refly Harun: Prestasinya cuma turunkan baliho

Minggu, 19 September 2021 – 06:30 WIB

Panglima Kostrad (Pangkostrad), Letjen TNI Dudung Abdurachman

Panglima Kostrad (Pangkostrad), Letjen TNI Dudung Abdurachman

JAKARTA, REQnews - Pakar hukum tata Negara Refly Harun mengatakan, jika ingin dekat dengan penguasa maka harus bisa memilih statement mana yang mau didengarkan pemerintah saat ini.

Menurutnya, Panglima Kostrad (Pangkostrad), Letjen TNI Dudung Abdurachman sangat paham dalam memainkan psikologis tersebut. Oleh karena itu, Refly menilai pernyataan Dudung soal fanatisme berlebihan terhadap agama karena semua agama itu benar di mata Tuhan, adalah pernyataan yang disukai atau didukung oleh pemerintah.

“Dudung tahu betul pernyataan mana yang mau didengar pemerintah saat ini. Jadi dia mengatakan semua agama sama maka itulah yang ingin didengarkan lingkar istana, BPIP. Dudung tahu betul memainkan psikologis itu,” ujar Refly, Sabtu 18 September 2021.

Dia mengatakan, Indikasi kedekatan Dudung dan istana dapat dilihat dari beberapa peristiwa yang menghebohkan tanah air. Misalnya, penurunan baliho Rizieq Shihab hingga hadir dalam rilis kasus pembunuhan 6 laskar FPI. Maka tak heran, Dudung kerap disebut sebagai Jenderal Merah Putih, sebab dirinya loyal dengan pemerintah.

Padahal menurut Refly Herun, Dudung tak punya prestasi selain menurunkan baliho Habib Rizieq dan ajak perang dengan Front Pembela Islam atau FPI yang kini telah dibubarkan.

“Jadi ini soal jenderal yang loyal dan dicap jenderal merah putih, yang tidak fanatik dan pro Pancasila. Dengan politik itu ganjarannya sudah dapat (Dudung naik pangkat jadi Pangkostrad). Padahal dalam masa seperti itu tidak ada prestasi lain selain turunkan baliho, menantang perang FPI dan Rizieq Shihab,” katanya.

“Jadi kalau mau dekat dengan pemerintah maka anda bisa memilih statement mana yang mau didengarkan pemerintah saat ini,” tambah Refly.