Penuhi Panggilan Penyidik KPK, Anies Baswedan Siap Berikan Keterangan

Selasa, 21 September 2021 – 11:17 WIB

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mendatangi Gedung KPK, Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mendatangi Gedung KPK, Jakarta

JAKARTA, REQnews - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus pengadaan lahan di Munjul, Jakarta Timur, Selasa 21 September 2021.

Selain Anies, KPK juga memanggil Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi. Dalam pemanggilan tersebut, Prasetio terlebih dahulu datang di Gedung Merah Putih KPK, sekitar pukul 09.35 WIB.

Ia mengenakan baju putih lengan panjang dan membawa sebuah map berwarna merah. Ia pun bergegas memasuki Gedung KPK sembari melambaikan tangan kepada awak media.

Setelah itu, tak berselang lama, Anies Baswedan pun turut hasir dengan mengenakan pakaian dinas Gubernur DKI.

Kepada wartawan Anies mengatakan dirinya memenuhi panggilan dan akan memberikan keterangan agar kasus tersebut prosesnya berjalan lancar.

"Saya datang memenuhi panggilan. Saya berharap nantinya keterangan yang saya berikan akan bisa membantu tugas KPK di dalam menuntaskan persoalan korupsi yang sedang diproses," kata Anies.

"Jadi saya akan menyampaikan semua yang dibutuhkan semoga itu bermanfaat bagi KPK," lanjutnya. Ia pun segera bergegas masuk ke dalam gedung KPK.

Diketahui, sebelumnya KPK menjadwalkan pemanggilan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai saksi dugaan korupsi pengadaan lahan di Munjul, Cipayung, Jakarta Timur, besok.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan Anies akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka eks Dirut Perumda Sarana Jaya, Yoory Corneles Pinontoan (YRC).

"Informasi yang kami terima, benar tim penyidik mengagendakan pemanggilan saksi untuk tersangka YRC dkk, di antaranya yaitu Anies Baswedan," kata Ali Fikri kepada wartawan, Senin 20 September 2021.

Ia menyebut menyebut pemeriksaan dilakukan berdasarkan kebutuhan penyidikan. "Pemanggilan seseorang sebagai saksi, tentu atas dasar kebutuhan penyidikan sehingga dari keterangan para saksi perbuatan para tersangka tersebut menjadi lebih jelas dan terang," ujar Ali.

"Saat ini, tim penyidik terus melengkapi berkas perkara tersangka YRC dkk dengan masih mengagendakan pemanggilan dan pemeriksaan sejumlah saksi," lanjutnya.

Sebelumnya, dalam kasus korupsi pengadaan tanah DP Rp 0 ini, KPK telah menetapkan beberap tersangka. Seperti, Direktur Utama Perusahaan Daerah Pembangunan atau PD Sarana Jaya, Yoory C. Pinontoan; Direktur PT Adonara Propertindo, Tommy Adrian.

Lalu ada Wakil Direktur PT Adonara, Anja Runtuwene; tersangka korporasi PT Adonara Propertindo, dan Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur, Rudy Hartono Iskandar.

KPK menduga bahwa pembelian tanah di Munjul oleh PT Perumda Sarana Jaya dilakukan secara melawan hukum.

Yaitu adanya penentuan harga yang telah diatur sejak awal, lalu pembelian dilakukan tanpa kajian kelayakan terhadap obyek tanah, sehingga diperkirakan merugikan negara sebesar Rp 152 miliar.