Anies Baswedan Dipanggil KPK, Ferdinand Hutahaean: Jangan Harap Pakai Rompi Oranye

Selasa, 21 September 2021 – 16:43 WIB

Pegiat Media Sosial, Ferdinand Hutahaean

Pegiat Media Sosial, Ferdinand Hutahaean

JAKARTA, REQnews - Pegiat media sosial Ferdinand Hutahaean menoroti pemanggilan Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta Anies Baswedan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut dia, Anies diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Dirut Perumda Pembangunan Sarana Jaya Yoory Corneles Pinontoan (YRC) dan kawan-kawan.

"Pemeriksaan @aniesbaswedan hari ini di @KPK_RI sebagai saksi untuk tersangka lainnya, bukan untuk mendalami peran atau keterlibatan Anies dalam perkara korupsi Rumah DP 0%," cuit Ferdinand melalui akun Twitter @FerdinandHaean3, Selasa, 13 September 2021.

Ferdinand mengatakan, semua pihak jangan berharap Anies bakal mengenakan rompi tahanan KPK. 

"Jadi jangan berharap hari ini Anies akan kenakan rompi oranye. Nanti ada waktunya bila penyidik fokus pada peran Gubernur," ucap Ferdinand Hutahaean.

Sebelumnya, Anies Baswedan mengatakan, keterangannya kepada penyidik akan membuat terang kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di Munjul, Jakarta Timur.

"Saya berharap nantinya keterangan yang saya berikan akan bisa membantu tugas KPK di dalam menuntaskan persoalan korupsi yang sedang diproses. Jadi saya akan menyampaikan semua yang dibutuhkan semoga itu bermanfaat bagi KPK," ucap Anies di Gedung KPK, Selasa, 21 September 2021.

Anies memastikan sebagai warga negara yang akan memenuhi panggilan KPK. Memberikan keterangan sebagai warga negara yang ingin ikut serta di dalam memastikan tata kelola pemerintahan berjalan dengan baik.

"Maka saya datang memenuhi panggilan," kata Anies.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi bakal diperiksa dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul. Anies dan Edi akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Dirut Perumda Pembangunan Sarana Jaya Yoory Corneles Pinontoan (YRC) dan kawan-kawan.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan lima orang tersangka, yaitu eks Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya Yoory Corneles (YRC), Wakil Direktur PT Adonara Propertindo Anja Runtuwene (AR), Direktur PT Adonara Propertindo Tommy Adrian (TA), Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur Rudy Hartono Iskandar serta satu tersangka korporasi PT Adonara Propertindo (AP).

Perusahaan Adonara Propertindo menjadi penyedia lahan untuk proyek Rumah DP 0 Rupiah milik Pemerintah DKI Jakarta lewat Sarana Jaya. Melalui Tommy dan wakilnya Anja, Yoory Corneles mengatur pertemuan hingga sepakat membayar tanah yang ditawarkan Adonara tanpa melakukan kajian terhadap lahan tersebut.

Bahkan KPK yakin antara Yoory dengan pihak Adonara, sudah ada pembahasan sebelum proses negosiasi dilakukan. Selanjutnya masih di waktu yang sama, juga langsung dilakukan pembayaran sebesar 50 persen atau sekitar sejumlah Rp108,9 miliar ke rekening bank milik Anja Runtunewe pada Bank DKI.

Selang beberapa waktu kemudian, atas perintah Yoory dilakukan pembayaran lagi kepada Anja Runtunewe sekitar sejumlah Rp43,5 miliar. Perbuatan para tersangka tersebut telah mengakibatkan kerugian keuangan negara setidak-tidaknya sebesar sejumlah Rp152,5 miliar.