Duh, Plt Kepala Rumah Tahanan KPK Diam-diam Kembalikan Barang Sitaan Tahanan

Rabu, 22 September 2021 – 15:31 WIB

KPK (Foto:Istimewa)

KPK (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan saksi kepada tiga pegawai karena melakukan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku.

Tiga pegawai tersebut yakni Ristanta, Hengky, dan Eri Angga Permana. Ristanta merupakan Plt Kepala Rumah Tahanan KPK, sementara dua lainnya staf Rutan KPK.

"Mengadili, menyatakan teperiksa Ristanta, Hengky dan Eri Angga Permana bersalah melakukan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku," ujar anggota Dewas KPK sekaligus Ketua Majelis Etik Harjono dalam sidang etik, Rabu 22 September 2021.

Harjono menyebut, mereka terbukti melanggar Pasal 7 ayat 1 huruf C Peraturan Dewan Pengawas Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penegakan Kode Etik dan Perilaku KPK.

Ketiganya berkunjung ke Lapas Kelas I Tangerang untuk mengembalikan barang sitaan ke Komisaris Utama Minarta Dutahutama Leonardo Jusminarta Prasetyo.

"Berupa kunjungan ke Lapas Kelas I Tangerang pada hari Selasa tanggal 4 Mei 2021 tanpa dilengkapi surat tugas dan atau izin atasan untuk mengembalikan barang sitaan Rutan KPK kepada warga binaan Leonardo Jusminarta Prasetyo dan melakukan pertemuan dengan warga binaan lainnya," kata Harjono.

Leonardo merupakan terpidana 2 tahun penjara atas kasus suap terhadap anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan Rizal Djalil dan pejabat Kementerian PUPR sebesar SGD 100 ribu dan USD 20 ribu.

Dewas KPK menjatuhkan sanksi etik ringan kepada mereka.

"Menghukum terperiksa Ristanta, Hengky, dan Eri Angga Permana masing-masing dengan sanksi ringan berupa teguran tertulis I dengan masa berlaku hukuman selama tiga bulan," kata Harjono.