Tuai Kontroversi! Gelar Profesor Hukum Jaksa Agung ST Burhanuddin Terancam Dihapus Gegara Ini

Kamis, 23 September 2021 – 10:01 WIB

Gelar profesor ilmu hukum pidana Jaksa Agung ST Burhanuddin menuai kontroversi. (Foto: Istimewa)

Gelar profesor ilmu hukum pidana Jaksa Agung ST Burhanuddin menuai kontroversi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Penganugerahan gelar profesor atau guru besar ilmu hukum pidana kepada Jaksa Agung ST Burhanuddin berujung kontroversi.

Seperti diketahui, Burhanuddin diberi gelar kehormatan sebagai profesor ilmu hukum pidana dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) pada Jumat, 10 September 2021 lalu.

Namun pemberian gelar itu menuai sejumlah kritikan. Salah satunya datang dari pakar hukum pidana Universitas Islam Indonesia (UII), Prof. Dr. Mudzakkir, SH, MH.

Mudzakkir mempertanyakan gelar profesor Burhanuddin. Ia heran karena terdapat perbedaan latar belakang pendidikan Burhanuddin dari jenjang S1 hingga S3.

Riwayat pendidikan Burhanuddin dari S1 hingga doktor (S3) dianggap tidak sesuai dengan gelar guru besar ilmu hukum pidana yang diraihnya.

Mudzakkir pun meminta agar latar belakang pendidikan Burhanuddin ditelusuri kebenarannya.

"Harus itu ditulusuri dengan benar. Biasanya kan ada bukti-bukti, saya rasa bisa dilacak. Ini S1 di mana, terus gelar berikutnya di mana, kan jadi bingung," kata Mudzakkir, dikutip Kamis, 23 September 2021.

Sementara itu, berdasarkan penelusuran diketahui jika Burhanuddin menjalani pendidikan S1-nya di Universitas Diponegoro. Ia mengambil jurusan hukum pidana. Burhanuddin lulus S1 pada 1983.

Burhanuddin kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 atau pascasarjana di Universitas Indonesia. Ia mengambil program manajemen dan lulus pada 2001.

Ia kemudian melanjutkan pendidikannya ke jenjang doktoral atau S3 di Universitas Satyagama. Ia meraih gelar doktor pada tahun 2006.

Namun tak ada penjelasan rinci mengenai program doktoral Burhanuddin di Universitas Satyagama.