Astagfirullah, Ribuan Siswa SD Terpapar Corona Saat PTM, Ini Kekhawatiran IDI

Kamis, 23 September 2021 – 23:33 WIB

Dokumen istimewa

Dokumen istimewa

JAKARTA, REQnews - Ketua Satgas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban, mengkhawatirkan terjadinya penularan COVID-19 pada anak. Sebab, mereka termasuk kelompok yang belum bisa mendapatkan vaksin Corona.

Terlebih dari seluruh jenjang, siswa SD dilaporkan paling banyak tertular COVID-19. Data dari Kemendikbudristek menunjukkan ada 1.296 klaster sekolah dan 581 di antaranya terjadi di sekolah dasar dan menyebabkan 6.908 siswa SD terkena COVID-19. Ribuan siswa itu terinfeksi COVID-19 saat sekolah tatap muka.

"Semoga kita punya mitigasi untuk ini sehingga fasilitas medis tidak dibanjiri anak-anak. Jangan buru-buru. Sabar," tulisnya di akun media sosialnya, Kamis 23 September 2021.

Sekolah diharapkan bisa mengupayakan proteksi untuk anak-anak seiring pelaksanaan tatap muka. Fasilitas dan durasi belajar harus terus diperhatikan untuk memperkecil risiko mereka tertular COVID-19.

Anak usia di bawah 12 tahun belum dikaji pemberian vaksinnya oleh ITAGI. Padahal anak juga butuh perlindungan maksimal di masa pandemi terlebih mereka sedang sekolah tatap muka.

"Ini yang dikhawatirkan. Apalagi siswa di bawah 12 tahun, yang akan menghadapi peningkatan risiko infeksi tanpa perlindungan vaksin," jelas Prof Zubairi.