IFBC Banner

Kasus Skimming, 4 Warga Bulgaria Diadili di Bali

Senin, 24 Juni 2019 – 23:00 WIB

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, REQnews - Empat warga negara asal Bulgaria yang menjadi terdakwa kasus skimming akhirnya diadili di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali pada Senin 24 Juni 2019. 

IFBC Banner


Empat terdakwa itu adalah Kaloyan Kirilov Spasov (38), Lyubomir Todorov Bogdanov (33), Nikolay Valentinov Dinev alias Niki (38), dan Valentin Chavdarov Galchev (31).

"Terdakwa melakukan perbuatan sengaja dan tanpa hak melawan hukum dengan mengakses komputer dan/atau sistem elektronik milik orang lain," ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eddy Arta Wijaya.

Para terdakwa diadili dengan dakwaan pertama adalah pasal 30 ayat (1) juncto pasal 46 ayat (1) UU RI No.19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No.11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE) juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan untuk dakwaan kedua, mereka didakwa mengambil uang yang ada di ATM yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum. Perbuatan mereka ini diatur dan diancam dalam pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP.

Seperti diketahui, keempat warga asing ini menyasar sejumlah ATM di wilayah Kuta, sehingga membuat sistem elektronik mesin ATM menjadi tidak bekerja sebagaimana mestinya.

Berdasarkan uraian surat dakwaan bahwa sebelumnya para terdakwa yang juga bersama-sama dengan seseorang bernama Valery Dimitrov Velinov (DPO) melakukan penarikan dari hari Jumat, 5 April hingga Selasa, 9 April, di ATM Jalan Uluwatu, Desa Pecatu, Kuta.

Lalu, saksi Ida Bagus Darmawan yang juga sebagai karyawan salah satu bank tersebut menerima telepon dari vendor yang mengelola ATM bank tersebut bahwa telah ditemukan perangkat panel kamera yang berada di samping perangkat mesin ATM.

Selanjutnya, melaporkan kejadian tersebut kepada Tim Operasional Ditreskrimum Polda Bali untuk melakukan pengecekan lebih lanjut. Pengecekan juga dilakukan dengan melihat rekaman CCTV dan memonitor pergerakan dari para terdakwa.

Kemudian, kepada para terdakwa dilakukan penggeledahan dan penangkapan, dengan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 7,5 juta dari terdakwa Nikolay dan Rp 700 ribu, Rp 110 juta dari terdakwa Valentin serta mengamankan 17 kartu putih untuk melakukan transaksi secara ilegal.

Selain itu, ditemukan kartu-kartu putih yang digunakan untuk melakukan transaksi perbankan dengan menggunakan data nasabah tanpa izin dalam mesin ATM bank mana pun dengan logo tertentu secara ilegal.