Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!
Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!

Regulasi Australia akan Menyulitkan Google dan Facebook

Senin, 11 Februari 2019 – 22:00 WIB

Facebook dan Google (FOTO: AFP News)

Facebook dan Google (FOTO: AFP News)

JAKARTA, REQNews - Kepala pengawas kompetisi Australia memperingatkan, peraturan baru lebih sulit bagi raksasa teknologi seperti Google dan Facebook. Regulasi ini diperlukan untuk melindungi masa depan jurnalisme independen. Hal ini disampaikannya kepada AFP News, Senin (11/2/2019) ini.

Rod Sims, Ketua Komisi Persaingan dan Konsumen Australia (ACCC), memberi isyarat bahwa rekomendasi akhir akan mencakup seruan peraturan baru yang cakupannya luas tentang raksasa digital dan algoritma buram yang mereka gunakan dalam menyebarkan berita dan iklan.

"Hampir tidak ada regulasi media yang berlaku untuk platform digital. Hal ini berkontribusi terhadap perbedaan regulasi antara sektor media yang akan muncul untuk menyediakan platform digital dengan keuntungan yang tidak adil," katanya.

Menurut Sims, regulator media harus memiliki kekuatan memaksa platform untuk mengungkapkan caranya memeringkat berita dalam hasil pencarian. Termasuk dalam hal ini adalah apakah konten yang didanai pengiklan diberi peringkat lebih tinggi dari konten berbayar, atau jika konten berita asli diungguli oleh cerita peniru dan apa yang disebut clickbait.

ACCC juga dapat merekomendasikan bahwa platform menyediakan lencana "berkualitas" di samping konten yang diproduksi oleh media pemberitaan yang diakui sebagai lawan bagi informasi yang keliru.

Selain itu, Sims menyarankan serangkaian proposal untuk mendukung jurnalisme lokal dan independen, termasuk kompensasi pajak untuk orang yang berlangganan media pemberitaan yang berpegang pada standar kualitas.

Kekuatan destruktif

Sims juga mengatakan, kekuatan pasar yang dimiliki oleh Google dan Facebook mempunyai dampak desktruktif pada media pemberitaan Australia.

Sementara jumlah jurnalis yang dipekerjakan oleh surat kabar Australia turun 20% dari 2014 hingga 2017 karena pendapatan iklan cetak berkurang, Google dan Facebook menangkap hampir 70% dari seluruh pengeluaran iklan online.

"Pergeseran pendapatan iklan online ini, dan ke platform digital, telah mengurangi kemampuan bisnis media untuk mendanai berita dan jurnalisme, " kata Sims dalam sambutannya untuk Institut Komunikasi Internasional Sydney.

"Kami tidak bisa begitu saja meninggalkan produksi berita dan jurnalisme kepada kekuatan pasar," tambahnya Sims, yang agensinya telah melakukan penyelidikan panjang perihal dampak platform digital pada industri berita di Australia.

Meskipun platform-platform itu menangkap sebagian besar pendapatan iklan, mereka tidak menghasilkan berita asli, ujar Sims.

"Alih-alih mereka memilih, membuat, mengevaluasi, memberi peringkat dan mengatur berita yang diproduksi oleh pihak ketiga,"katanya, justru catatannya adalah kekuatan pasar ini meningkatkan "risiko gelembung filter dan berita yang tak dapat dipercaya di platform digital."

"Memegang posisi kritis seperti itu di media dan pasar periklanan menghasilkan sejumlah tanggung jawab khusus," ujar Sims.

ACCC meluncurkan pertanyaannya tentang kekuatan platform digital setahun yang lalu. Sekarang ACCC menerima pengajuan akhir dari pemain industri sampai akhir minggu ini, sebelum mereka menerbitkan laporan akhir pada bulan Juni mendatang. (Prazz)