MA Tolak PK Suap Pajak Bos Dealer Jaguar-Bentley Darwin Maspolim

Kamis, 30 September 2021 – 20:02 WIB

Gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi

JAKARTA, REQnews - Permohonan peninjauan kembali (PK) terkait kasus penyuapan petugas pajak yang dilakukan pengusaha dealer Jaguar-Bentley, Darwin Maspolim, ditolak Mahkamah Agung (MA).

"Tolak," demikian bunyi putusan PK yang dilansir website-nya, Kamis, 30 September 2021. Dengan adanya putusan MA itu, Darwin tetap dihukum 3 tahun. Duduk sebagai ketua majelis Suhadi dengan anggota majelis Ansori dan Eddy Army. Adapun panitera pengganti Nurseri Baktiana.

Kasus bermula saat bos PT Wahana Auto Ekamarga (WEA) itu kongkalikong dengan Kepala Pelayanan Pajak (KPP) Penanaman Modal Asing (PMA) 3 DKI Jakarta, Yul Dirga. Tujuannya, agar pajak disunat dari yang semestinya. Agar rencananya berjalan mulus, Darwin menyuap Yul Dirga dkk.

Namun, hal itu terendus KPK sehingga komplotan tersebut ditangkap. Darwin dkk akhirnya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Di persidangan, terungkap salah satu aliran uang dari Yul Dirga rencananya dialirkan ke Kepala Kantor Wilayah DJP DKI Muhammad Haniv. Yul dimintai Haniv sebesar Rp 150 juta untuk acara fashion show anaknya.

Haniv menyebut permintaan Rp 150 juta ke Yul Dirga untuk sponsor fashion show itu tidak terwujud. Sebab, acara fashion show itu tidak menerima sponsor dari luar panitia.

"Saya terus terang kirim e-mail ke sahabat saya, cuma artinya, kalau sudah cukup dananya, kan ini kurang Rp 150 juta, tapi ini batal. Jadi istilahnya karena nggak ada yang mau, jadi batal, tidak ada satu perusahaan pun dari PMA 3 jadi sponsorship fashion show anak saya," ucap Haniv yang menjadi saksi di kasus itu.

Meski begitu, acara fashion show anak Haniv tetap diselenggarakan meski tidak mendapat dana Rp 150 juta dari Yul Dirga. Dia mengaku akhirnya uang kekurangan fashion show itu ditalangi dengan uang sendiri.

"(Acara fashion show) jadi, akhirnya (dana) saya yang tanggulangi karena terjepit," tutur Haniv di persidangan.

Berikut hukuman ke para terdakwa:

1. Darwin pidana penjara selama 3 (tiga) tahun dan pidana denda sejumlah Rp 200 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, diganti dengan pidana kurungan selama 4 (empat) bulan.
2. Yul Dirga dihukum 7,5 tahun penjara.
3. Pegawai pajak, Hadi Sutrisno dihukum 6 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan
4. Pegawai pajak, Jumari 5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan
5. Pegawai pajak, M Naim Fahmi 6 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan.