Mayoritas Masyarakat Indonesia Ingin Nonton Film G 30 S PKI

Kamis, 30 September 2021 – 22:32 WIB

Dokumen istimewa

Dokumen istimewa

JAKARTA, REQnews - Sejak kurun waktu beberapa tahun terakhir, setiap bulan September isu soal komunis dan PKI selalu mencuat yang berujung pada perdebatan, termasuk soal perlu atau tidaknya film Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI.

Namun ternyata, berdasarkan hasil survei Median terungkap fakta yang mengejutkan. Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, memaparkan bahwa lembaganya sudah melakukan survei untuk menanyakan langsung bagaimana persepsi publik terkait pemutaran film tersebut.

Diungkapkannya, sebagian besar masyarakat masih menginginkan agar film Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI untuk terus diputar. "Temuan kami, 42 persen responden meminta film tersebut diputar kembali, 15 persen memilih tidak setuju," ujar Rico Marbun dalam rilis survei bertema "Persepsi Publik Atas Isu Komunisme dan Reshuffle Kabinet", Kamis 30 September 2021.

Sementara, lanjut Rico, tidak sedikit juga masyarakat yang masih ragu menjawab. Tepatnya, 42 persen responden masih tidak menjawab atau menjawab tidak tahu. Sampel dipilih dengan metode multistage random sampling dengan margin of error sebesar 3 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Seperti diketahui, film Gerakan 30 September yang disutradarai Arifin C. Noer tersebut menceritakan gerakan Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam melakukan penculikan dan pembunuhan para jenderal TNI yang jasadnya ditemukan di sebuah sumur di Lubang Buaya, Jakarta pada tahun 1965.