Soal Saham Freeport, Haris Azhar: Jangan Asal Bicara, Mana Buktinya!

Jumat, 01 Oktober 2021 – 10:29 WIB

Direktur Eksekutif Lokataru Foundation, Haris Azhar (Foto: Istimewa)

Direktur Eksekutif Lokataru Foundation, Haris Azhar (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Direktur Eksekutif Lokataru Foundation, Haris Azhar membantah tudingan kuasa hukum Luhut Binsar Pandjaitan, Juniver Girsang yang menyebut dirinya pernah meminta saham PT Freeport.

"Emangnya saya siapa minta saham Freeport? Kalau ada dokumentasi, bukti, saya minta saham tersebut atau yang dimaksud, mohon disampaikan. Jangan asal bicara," kata Haris kepada wartawan dikutip pada Jumat 1 Oktober 2021.

Ia mengatakan pernah menelepon Luhut saat dirinya menjadi kuasa hukum Forum Pemilik Hak Sulung (FPHS). "Saya pada tanggal 4 Maret 2021 membantu dalam kapasitas kuasa hukum FPHS (Forum Pemilik Hak Sulung) masyarakat adat dari sekitar wilayah tambang Freeport Indonesia," kata dia.

"Mereka, sejak divestasi saham Fi ke Inalum, dijamin alokasinya tapi tidak jelas ke mana saham tersebut sampai saat ini," ujarnya.

Haris pun menghubungi Luhut karena posisinya sebagai Menko Marves. "Kan masalah ini sejak awal dikawal oleh LBP. Jadi kami datang untuk meminta fasilitasi negara menyelesaikan alokasi saham tersebut yang tidak kunjung tuntas di area Papua," katanya.

Namun saat itu yang datang menemui hanya salah satu pejabat di Menko Marves, bernama Pak Lambok. "BUKAN LBP yang temui kami," lanjutnya.

Ia menyebut memiliki dokumen lengkap terkait pertemuan tersebut, sehingga Haris menegaskan bahwa tuduhan kuasa hukum luhut tidak benar.

"Dokumen saya lengkap soal ini semua, dan sampai saat ini tidak diketahui apa kontribusi kantor Marves untuk soal saham masyarakat adat yang belum tuntas tersebut. So, statement kuasa hukum LBP tidak tepat kalau menuduh saya minta saham," katanya.

Sebelumnya, Luhut Pandjaitan melaporkan  Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti ke Polda Metro Jaya terkait dengan dugaan pencemaran nama baik atas video yang diunggah Haris.

Laporan Luhut di Polda Metro Jaya diketahui telah ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Laporannya teregister dengan nomor STTLP/B/4702/IX/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA, 22 September 2021.