Soal Cuitan 'Jangan Percaya Orang Jateng Jokowi-Ganjar' Natalius Pigai Dituntut Minta Maaf

Sabtu, 02 Oktober 2021 – 14:34 WIB

Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai (Foto: Istimewa)

Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Ketua Umum Barisan Ksatria Nusantara (BKN), Muhammad Rofi'i Mukhlis meminta agar mantan komisioner Komnas HAM Natalius Pigai meminta maaf kepada masyarakat Jawa Tengah atas cuitan 'Jangan Percaya Orang Jateng Jokowi-Ganjar.'

"Saya beri kesempatan kepada Bang Pigai untuk melakukan klarifikasi. Kalau di NU namanya tabayun. Apakah benar itu ucapan Bang Pigai? Karena selama ini Bang Pigai orang yang antirasisme, antigolongan, antisuku," kata Rofi'i melalui videonya, Sabtu 2 Oktober 2021.

Ia mengatakan jika Pigai tak melakukan klarifikasi dan mohon maaf kepada masyarakat Jawa Tengah, maka masalah tersebut akan dibawa ke ranah hukum.

"Maka mohon maaf pula, Bang Pigai, karena negara kita negara hukum, maka dengan terpaksa kami akan melakukan langkah-langkah hukum," kata dia.

Dirinya pun menyayangkan cuitan rasis yang dilontarkan, karena Pigai adalah sosok pejuang HAM dan antirasisme.

"Saya membaca berita hari ini tentang Bang Pigai yang mengatakan 'jangan percaya kepada orang Jawa Tengah khususnya Pak Ganjar dan Presiden RI karena titik titik titik'. Tumben Bang Pigai, Anda adalah pejuang HAM, Anda orang yang selama ini antirasisme," katanya.

"Hari ini Bang Pigai sebagai teman, sebagai sahabat, sebagai sesama anak bangsa, sebagai bentuk cinta kami kepada rakyat papua, saudara-saudara saya yang ada di Papua, maka kesempatan ini saya mengingatkan kepada Bang Pigai untuk jangan melakukan dan mengulangi lagi perkataan seperti itu," lanjutnya.

Sebelumnya, Natalius Pigai menjadi jadi sorotan karena dinilai telah menyampaikan pesan rasialisme terhadap Presiden Jokowi dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

"Jgn percaya org Jawa Tengah Jokowi & Ganjar. Mrk merampok kekayaan kita, mereka bunuh rakyat papua, injak2 harga diri bangsa Papua dgn kata2 rendahan Rasis, monyet & sampah. Kami bukan rendahan. kita lawan ketidakadilan sampai titik darah penghabisan. Sy Penentang Ketidakadilan)." demikian cuitan Pigai lewat akun Twitter-nya @NataliusPigai2 seperti dilihat pada Sabtu 2 Oktober 2021.

Namun, mantan Komisioner Komnas HAM itu membantah adanya sisi rasisme dalam cuitannya di twitter mengenai ajakan jangan memercayai orang Jawa Tengah Jokowi dan Ganjar.

Menurutnya, kalimat Orang Jawa Tengah Jokowi dan Ganjar adalah bentuk aksioma atau sebuah pernyataan yang sudah pasti kebenarannya tanpa harus ada pembuktian. "Kalau dibilang rasis itu engga lah," kata dia dikuti dari akun twitter @NataliusPigai2, Sabtu 2 Oktober 2021

Ia menyebut bahwa pernyataan itu serupa dengan kalimat Orang Papua Natalius Pigai. Menurutnya, terkait pernyataan yang berupa Jangan Percaya Orang Jawa Tengah Jokowi dan Ganjar memang bisa disebut tuduhan.

"Kalau saya disebut menuduh Jokowi dan Ganjar maka tinggal saya buktikan saja jika Pak Jokowi dan Ganjar laporkan saya," kata dia.

Dirinya pun menekankan bawa ia adalah penentang terdepan rasisme, sehingga Pigai memastikan tidak ada satupun cuitannya di twitter yang merupakan bentuk rasisme. "Saya adalah penentang rasisme paling terdepan. Tidak ada twit saya yang isinya rasis," katanya.

Pigai pun menduga orang-orang yang menganggap cuitannya tersebut adalah bentuk rasisme adalah orang yang kemampuan otaknya belum mampu mencerna jernih suatu pernyataan.

"Mereka kait-kaitkan dengan rasisme karena sakit hati, dan kemampuan otaknya belum mampu mencerna secara jernih," katanya.