Natalius Pigai Bantah Cuitannya Bernada Rasisme: Saya Penentang Terdepan!

Sabtu, 02 Oktober 2021 – 15:33 WIB

Mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai (Foto: Istimewa)

Mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai membantah adanya sisi rasisme dalam cuitannya di twitter mengenai ajakan jangan memercayai orang Jawa Tengah Jokowi dan Ganjar.

Menurutnya, kalimat Orang Jawa Tengah Jokowi dan Ganjar adalah bentuk aksioma atau sebuah pernyataan yang sudah pasti kebenarannya tanpa harus ada pembuktian. "Kalau dibilang rasis itu engga lah," kata dia dikuti dari akun twitter @NataliusPigai2, Sabtu 2 Oktober 2021.

Ia mengatakan pernyataan itu serupa dengan kalimat Orang Papua Natalius Pigai. Menurutnya, terkait pernyataan yang berupa Jangan Percaya Orang Jawa Tengah Jokowi dan Ganjar memang bisa disebut tuduhan.

"Kalau saya disebut menuduh Jokowi dan Ganjar maka tinggal saya buktikan saja jika Pak Jokowi dan Ganjar laporkan saya," kata dia.

Dirinya pun menekankan bawa ia adalah penentang terdepan rasisme, sehingga Pigai memastikan tidak ada satupun cuitannya di twitter yang merupakan bentuk rasisme.

"Saya adalah penentang rasisme paling terdepan. Tidak ada twit saya yang isinya rasis," katanya.

Pigai pun menduga orang-orang yang menganggap cuitannya tersebut adalah bentuk rasisme adalah orang yang kemampuan otaknya belum mampu mencerna jernih suatu pernyataan.

"Mereka kait-kaitkan dengan rasisme karena sakit hati, dan kemampuan otaknya belum mampu mencerna secara jernih," katanya.

Sebelumnya, Pigai melontarkan cuitan di twitter pada 1 Oktober 2021 tentang ajakan jangan memercayai Orang Jawa Tengah Jokowi dan Ganjar. Ia pun turut melampirkan video Ganjar yang tengah makan dengan Bupati Jayapura Mathius Awoitauw.

"Jangan percaya orang Jawa Tengah Jokowi & Ganjar. Mereka merampok kekayaan kita, mereka bunuh rakyat papua, injak-injak harga diri bangsa Papua dengan kata-kata rendahan rasis, monyet & sampah. Kami bukan rendahan. kita lawan ketidakadilan sampai titik darah penghabisan. Saya penentang ketidakadilan," ujarnya.