IFBC Banner

MAKI Desak Kejagung Periksa Pegawai Diduga Bawa Bendera Mirip HTI di KPK

Senin, 04 Oktober 2021 – 14:03 WIB

Bendera HTI di meja pegawai KPK (Foto:Istimewa)

Bendera HTI di meja pegawai KPK (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) turun tangan terkait foto bendera mirip Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di salah satu meja kerja di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pasalnya, meja tersebut milik seorang jaksa yang dipekerjakan di KPK. MAKI menduga jaksa tersebut telah melanggar etik.

"Patut diduga jaksa yang bertugas di KPK pembawa atau penyimpan bendera tersebut telah melanggar kode etik jaksa dan diduga melanggar disiplin pegawai negeri sipil (PNS)," ujar Koordinator MAKI Boyamin Saiman dalam keterangan tertulis, Senin 4 Oktober 2021.

Boyamin menyebut tindakan jaksa yang dipekerjakan di KPK yang membawa bendera mirip HTI itu melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS dan kode etik jaksa. Boyamin meminta Jaksa Agung Muda Pengawasan Kejagung tidak lepas tangan meski kasus itu sudah ditangani KPK.

"Meskipun dugaan jaksa yang sedang bertugas di KPK, namun Jaksa Agung Muda Pengawasan Kejagung tetap berwenang melakukan pemeriksaan atas dugaan pelanggaran etik jaksa dimanapun bertugas," kata Boyamin.

KPK membenarkan pihaknya memecat seorang pegawai lantaran memotret bendera mirip HTI dan menyebarluaskannya. Pegawai bernama Iwan Ismail yang bekerja sebagai keamanan di KPK ini dipecat lantaran menyebarkan berita bohong. Pasalnya, bendera yang difoto dan disebarluaskan Iwan Ismail pada 2019 itu bukan bendera HTI.

"Yang bersangkutan sengaja dan tanpa hak telah menyebarkan informasi tidak benar atau bohong dan menyesatkan ke pihak eksternal," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangnnya, Jumat 1 Oktober 2021.