Di Depan Jenderal Berbintang, Jokowi Sebut Pandemi Covid Seperti Perang Berlarut-larut

Selasa, 05 Oktober 2021 – 09:21 WIB

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Foto: Tangkapan Layar)

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Foto: Tangkapan Layar)

JAKARTA, REQnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi), mewakili masyarakat Indonesia menyampaikan selamat Hari Ulang Tahun ke 76 untuk Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang digelar di Istana Kepresidenan, Selasa 5 Oktober 2021. Jokowi mengatakan bahwa jika diibaratkan dengan perang, pandemi Covid seperti perang yang berlarut-larut.

"Rakyat, bangsa dan negara menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada jajaran TNI yang selalu menjadi penjaga utama kedaulatan bangsa. Menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan undang-undang Dasar 1945, serta melindungi bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dari segala ancaman dan gangguan," ujar Jokowi melalui YouTube yang disiarkan oleh Puspen TNI pada Selasa 5 Oktober 2021.

Menurutnya, sampai saat ini Indonesia masih berada dalam bayang-bayang pandemi Covid-19. Jokowi mengatakan bila diibaratkan sebagai perang, virus Covid-19 saat ini seperti dalam perang yang berlarut-larut.

"Perang yang sangat menguras tenaga menguras pikiran mental dan semangat juang, perang yang membutuhkan kewaspadaan kecepatan sinergi dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi," katanya.

Jokowi menyebut bahwa keberhasilan Indonesia dalam menangani pandemi Covid-19 ini tidak terlepas dari peran besar TNI yang selalu menunjukkan profesionalisme dalam setiap penugasan kemampuan perorang kemampuan satuan. "Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk alutsista telah digunakan dan dikerahkan dalam menunaikan setiap tugas dan diberikan kesigapan," kata dia.

Ia kemudian menyampaikan arahan agar TNI bisa bertransformasi menjadi kekuatan pertahanan yang berperan di lingkungan strategis. Jokowi juga menekankan mengenai penguatan budaya prajurit TNI.

"Penguatan budaya strategis prajurit dan perwira TNI harus tetap menjadi fondasi utama transformasi pertahanan yaitu TNI yang manunggal dengan rakyat, dengan sistem pertahanan keamanan rakyat semesta yang defensif aktif, dengan pertahanan berlapis dan memanfaatkan lompatan teknologi militer dan investasi pertahanan yang terencana," ujarnya.

Diketahui, upacara peringatan Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (HUT TNI) yang digelar di sekitar Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa 5 Oktober 2021 dimulai pada pukul 07.45 WIB.

Upacara tersebut dipimpin oleh seorang komandan bernama Kolonel Infanteri Tunjung Setiabudi. Ia lahir di Solo, 3 Agustus 1977. Lulusan akademi militer tahun 1998 itu, saat ini menjabat sebagai Komandan Brigade Infanteri 21 Komodo Kodam 9 Udayana.

Kemudian yang bertindak selaku perwira upacara adalah Brigadir Jenderal TNI Novi Helmy Prasetya. Ia lahir di Bangkalan, Madura pada tanggal 10 November 1971. Lulusan akademi militer tahun 1993 itu saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Komando Garnisun Tetap 1 Jakarta.

Pada pukul 07.59 WIB Presiden Joko Widodo bersama dengan Ibu Iriana dan Wakil Presiden Ma'aruf Amin berserta Ibu Wury Estu Handayani memasuki lapangan upacara.

Pada 08.01 lagu Indonesia Raya pun berkumandang dalam peringatan tersebut. Selanjutnya, setelah laporan dari pemimpin upacara, mengheningkan cipta dimulai pada pukul 08.05 WIB dilakukan sekitar dua menit.

Pengucapan Sapta Marga kemudian dilakukan pukul 08.07 WIB, diikuti persiapan penyerahan tanda kehormatan pada pukul 08.11 WIB. Selanjutnya amanat upacara dari Presiden Joko Widodo dimulai pada pukul 08.18 WIB selama sepuluh menit.

Pada pukul 08.30 WIB, Presiden Jokowi meninggalkan lapangan upacara menunju teras untuk menyaksikan demonstrasi udara. Yaitu sebanyak 18 pesawat tempur akan beraksi di atas Istana Kepresidenan Jakarta.

Acara dilanjutkan dengan telekonferensi video pada pukul 08.40 WIB, antara Jokowi dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dengan para prajurit TNI yang tersebar di lima objek. Selanjutnya pada pukul 09.01 WIB, presiden dan wapres meninggalkan lapangan upacara untuk melihat pagelaran alusista.