Tri Rismaharini Marah-marah di Depan Publik, Pengamat: Bukan Jadi Populer, Publik Malah Benci

Selasa, 05 Oktober 2021 – 10:31 WIB

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini

JAKARTA, REQnews - Pengamat Politik Profesor Dr Tjipta Lesmana mengatakan, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini (Risma) bakal dipanggil Presiden Joko Widodo (Jokowi) sepulang dari Papua. Terkait aksi marah-marah di depan publik saat melaksanakan kegiatannya sebagai seorang pejabat negara.

"Saya yakin, Presiden Jokowi akan memanggil Bu Risma. Bicara baik-baik, Bu Risma minta mengkoreksi cara berkomunikasinya. Jangan marah-marah, jangan kasar. Jokowi bakal bicara, 'itu bisa memalukan saya sebagai pemimpin," ucap Profesor Tjipta pada tayangan video YouTube pada kanal Realita TV dikutip Selasa, 5 Oktober 2021.

Menurut Profesor Tjipta, perilaku Risma yang kerap marah-marah tersebut akibat sebelumnya mendapat briefing dari Presiden Jokowi.

"Saya yakin, Bu Risma sebelumnya pun di-briefing sama Pak Jokowi, agar bekerja dengan benar, jangan sampai kayak pendahulunya itu. Itu membuat masalah tersebut menjadi top on mind dalam pikirannya. Dia mengemban misi berat dari presiden Indonesia. Misi berat itu masuk ke otak bu Risma. Setiap melihat ada masalah yang beres, langsung pecah. Langsung marah," ujarnya.

Profesor Tjipta mengatakan, Risma salah paham dalam menilai kasus di Gorontalo dan wajib belajar komunikasi.

"Jadi sebelum beraksi, harus tahu dulu duduk persoalannya bagaimana. Jangan langsung bereaksi. Jangan langsung emosi. Dia emosi karena mind set itu lho," katanya.

Menurut dia, aksi Risma tersebut merupakan salah satu upaya 'çari perhatian' terkait Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Soalnya, kata dia, saat ini Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tengah mencari kader-kadernya yang berpotensi untuk maju pada Pilpres 2024.

"Memang, Bu Mega berkeinginan Puan untuk bisa maju di Pilpres 2024. Tapi Puan terpukul dengan elektabilitasnya yang dari survei menyebutkan angkanya hanya enol koma sekian. Kalah dari Ganjar Pranowo yang sudah bisa di atas 40 persen," ucapnya.

Profesor Cipta pun menyayangkan sikap Risma yang tidak meminta maaf kepada publik melainkan hanya meminta maaf kepada istri Gubernur Gorontalo melalui pesan singkat WhatsApp (WA).

"Sebagai pejabat negara, seharusnya berani meminta maaf kepada publik atau ke orang yang dimarahinya itu. Soalnya ia marah-marah di hadapan publik," katanya.

Profesor mengatakan, Risma agar mau belajar berkomunikasi di hadapan publik. Pasalnya, jika terus bersikap seperti itu maka lambat laun masyarakat justru menilai buruk terhadapnya.

"Itu bisa menjadi bumerang bagi dirinya. Sering-sering menampar, lambat laun itu bisa menampar mukanya sendiri. Bukan jadi populer, publik malah bisa menjadi benci," ucap Prof Tjipta.