Kebiadaban Israel Dibongkar! Racuni 97 Persen Air Palestina sampai Gak Bisa Diminum

Rabu, 06 Oktober 2021 – 04:02 WIB

Krisis air di Jalur Gaza

Krisis air di Jalur Gaza

JAKARTA, REQnews - Lembaga HAM Euro-Mediterranean Human Rights Monitor membongkar fakta mengejutkan, bahwa Israel selama bertahun-tahun meracuni air di Jalur Gaza, Palestina.

Akibat ulah Israel tersebut, warga Palestina yang tinggal di kawasan itu sekarat perlahan-lahan karena 97 persen air sudah tak lagi dapat diminum.

"Blokade Israel dalam jangka panjang telah menyebabkan kemunduran serius pada keamanan air di Gaza," demikian pernyataan lembaga tersebut, dalam sesi ke-48 pertemuan bersama UNHRC, seperti dikutip dari Middle East Monitor, Selasa 5 Oktober 2021.

"97 persen air terkontaminasi, sementara warga dipaksa mengalami keracunan secara perlahan," ujar pernyataan tambahan.

Mohammad Shehadeh, dari Euro-Med Monitor, mengatakan kepada UNHRC bahwa kerusakan di Jalur Gaza harus menjadi perhatian serius, sebagai dampak blokade berkepanjangan Israel, dan serangan militer berkala.

Kemudian, Shehadeh mengatakan krisis listrik membuat situasi menjadi kian parah, karena sumur air dan pabrik pengolahan limbah jadi tak berfungsi.

Dampak seriusnya, 80 persen limbah di Gaza yang tak terolah dibuang ke laut, sementara 20 persen lainnya meresap ke air bawah tanah.

Serangan Israel pada Mei 2021 lalu, ikut menambah kerusakan, karena banyak infrastruktur air yang ikut rusak.

"Krisis air ini menghadirkan ancaman serius bagi kesehatan penduduk. Data terbaru menunjukkan sekitar seperempat penyakit yang menyebar di Gaza disebabkan oleh polusi air, dan 12 persen kematian anak-anak dan bayi berhubungan dengan penyakit usus, terkait air yang terkontaminasi," ujarnya.

"Penduduk sipil yang dikurung di daerah beracun sejak lahir sampai mati dipaksa untuk menyaksikan keracunan perlahan pada anak-anak dan orang-orang terkasih mereka karena air yang mereka minum dan kemungkinan tanah tempat mereka memanen, tanpa henti, tanpa adanya perubahan."