Ini yang Bikin Sultan Yogya Murka Terhadap Natalius Pigai, Anak Jokowi Pun Ikutan

Rabu, 06 Oktober 2021 – 10:22 WIB

Mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai (Foto: Istimewa)

Mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai membantah adanya sisi rasisme dalam cuitannya di twitter mengenai ajakan jangan memercayai orang Jawa Tengah Jokowi dan Ganjar.

"Saya katakan Orang Jawa Tengah Jokowi, Ganjar. Mana Rasis? rasis itu suku. Jawa Tengah itu nama Provinsi, Wilayah Administratif, bukan suku. Yang tinggal di Provinsi Jawa Tengah itu hampir semua suku termasuk Papua, Bali, Sumatera dan lain-lain. Sehingga tidak bisa katakan suku," kata Pigai dalam keterangannya, Selasa 5 Oktober 2021.

Namun, Pigai membantah dan mengatakan bahwa unggahan tersebut untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ganjar Pranowo sebagai invidu.

"Antara Frasa Jawa Tengah dan Jokowi itu tidak ada tanda koma artinya langsung kepada individu orang Bernama Pak Jokowi dan Pak Ganjar. Karena tidak sebut suku maka tidak masuk Kategori Rasis sehingga mereka yang melaporkan saya tidak memiliki legal standing," kata dia.

Pigai pun mengancam melaporkan sejumlah tokoh yang dinilai rasisme terhadap masyarakat Papua dan meminta Polri bersikap adil.

"Saya akan melaporkan tokoh-tokoh nasional Sri Sultan, Risma, LBP, Hendro dan kawan-kawan sebagai pelaku rasis kepada Rakyat Papua dengan bukti otentik kepada polisi. Tinggal kami Rakyat Papua dan Rakyat Indonesia serta dunia akan menyaksikan Polisi bertindak adil atau tidak," ujarnya.

Menanggapi hal itu, Gibran Rakabuming Raka bersuara terkait tudingan yang diarahkan kepada sang ayah yaitu Presiden Joko Widodo, yang dituduh sebagai perampok kekayaan Papua.

Gibran pun meminta masyarakat untuk tenang dan tidak perlu menanggapi hal tersebut. "Tidak perlu ditanggapi," kata Gibran, Senin 4 Oktober 2021.

Menurutnya, hingga saat ini masyarakat Papua yang berada di Solo tetap nyaman dan aman. "Mereka (warga Papua di Solo) aman-aman saja, bolo dewe (teman sendiri)," kata dia.

Dirinya juga menyebut saat ini banyak warga Papua yang tinggal di Solo. "Banyak yang sekolah (di Solo) juga mereka aman nyaman disini," ujarnya.

Sementara Sri Sultan mengaku keheranan atas langkah yang diambil Pigai. "Hubungannya apa nggak tahu aku. Ora ngerti (tidak tahu) aku," kata Sri Sultan ini di Kompleks Kepatihan, Selasa 5 Oktober 2021.

Namun, dirinya enggan berkomentar banyak, karena Sri Sultan tidak mengetahui duduk permasalahan terkait tuduhan yang dilayangkan Pigai. "Aku nggak tahu masalahe kok. Nggak tahu ya mungkin, ya biarin saja (tidak perlu direspon)," ujarnya.

Sebelumnya, Kelompok Barisan Relawan Nusantara (BaraNusa) telah melaporkan Natalius Pigai ke Bareskrim Polri atas dugaan rasisme dengan nomor LP/B/0601/X/2021/SPKT/Bareskrim Polri tertanggal 4 Oktober 2021.

Pigai disangkakan melakukan tindak pidana penghinaan atau ujaran kebencian dan/atau kejahatan tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis. 

Pelaporan tersebut terkait dengan unggahannya yang menuliskan agar tidak mempercayai Ganjar dan Jokowi sambil menyinggung soal pembunuhan rakyat Papua.

"Jangan percaya orang Jawa Tengah Jokowi, Ganjar. Mereka merampok kekayaan kita, setelah itu mereka bunuh rakyat papua, bahkan mereka injak2 harga diri bangsa Papua dengan kata2 rendahan Rasis, monyet dan sampah," tulis Pigai dalam akun Instagram @natalius_pigai, Jumat 1 Oktober 2021.