KPK Diminta Gali Keterangan dari Novel Baswedan Soal Orang Dalam Azis Syamsuddin

Rabu, 06 Oktober 2021 – 23:03 WIB

Mantan Penyidik KPK, Novel Baswedan

Mantan Penyidik KPK, Novel Baswedan

JAKARTA, REQnews - Dugaan adanya delapan orang dalam mantan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) direspon Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI).

Koordinator MAKI Boyamin Saiman, meminta lembaga antirasuah tersebut segera memeriksa mantan pegawainya, Novel Baswedan, terkait informasi tersebut. "KPK justru wajib memeriksa Novel Baswedan atas adanya delapan orang yang dianggap tim penyelamat atau tim yang bisa dikendalikan AZ (Azis Syamsuddin) dalam rangka sesuai kepentingannya," ujarnya, Rabu, 6 Oktober 2021.

Menurut Boyamin, KPK tidak bisa jika hanya meminta Novel menyerahkan bukti terkait dugaan tersebut. Melainkan KPK dibebani tugas oleh negara untuk mencari dan mengumpulkan bukti demi terangnya suatu peristiwa pidana.

"Ini perkara yang sangat prinsip dan urgen untuk segera ditindaklanjuti. KPK dan Dewas harus menunjukkan sikapnya yang tegas, juga menunjukkan kerja yang benar untuk mencarinya dan diumumkan ke publik cara mencarinya," kata dia.

Boyamin menilai, pencarian dugaan delapan 'orang dalam' Azis Syamsuddin bukan hal yang sulit bagi KPK. Pasalnya, Lembaga yang kini dipimpin Komjen Pol Firli Bahuri itu mempunyai alat yang mumpuni membongkar tindakan oknun pegawai KPK.

"Alat sadap, refresh handphone yang sudah dihapus, justru yang punya alat mereka, jadi mereka harus sungguh-sungguh melakukan pekerjaan itu dan mengumumkan pada publik," ucap Boyamin.

Sebelumnya, Novel Baswedan membuat cuitan dalam akun media sosialnya. Novel menyebut dirinya pernah melaporkan dugaan adanya delapan orang pegawai KPK yang menjadi kaki tangan Azis Syamsuddin. Namun laporan tersebut tak ditangani Dewas KPK.

"Yang ungkap kasus ini adalah tim saya bersama dengan tim lain yang semuanya disingkirkan dengan TWK. Saya juga sudah laporkan masalah tersebut ke Dewas tapi tidak jalan," cuit Novel Baswedan melalui akun Twitter pribadinya, @nazaqistsha, Selasa, 5 Oktober 2021.

"Justru KPK seperti takut itu diungkap dan melarang tim kami untuk menyidik kasus tersebut dengan menunjuk tim lain untuk penyidikannya," sambung Novel.