Jubir Gus Dur Kenang Moment Megawati Soekarnoputri Ngambek Lantaran Gagal Jadi Presiden

Rabu, 06 Oktober 2021 – 17:41 WIB

Gus Dur dan Megawati Soekarnoputri

Gus Dur dan Megawati Soekarnoputri

JAKARTA, REQnews - Juru bicara (Jubir) Gus Dur, Adhie M. Massardi menceritakan moment Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri pernah ngambek lantaran tak mendapatkan posisi presiden, meski memenangkan Pemilu kursi Presiden.

Adhie mengatakan, setelah reformasi, Amien Rais dipilih sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan menyusul Akbar Tandjung sebagai Ketua DPR.

"Ketika ada keinginan dari kelompok reformasi bahwa yang harus jadi presiden itu Pak Amien, nah didaulatlah Pak Amien untuk menjadi presiden," ujar Adhie Hersubeno Arief di kanal YouTube Hersubeno Point, Rabu, 6 Oktober 2021.

Menurut Adhie, Amien merasa janjinya sebagai Ketua MPR selama lima tahun dan telah disumpah. Sehingga, ia mengusulkan Gus Dur sebagai presiden.

"Persoalannya adalah Gus Dur mau apa tidak. Kemudian dilobilah Gus Dur, kemudian akhirnya ada kesepakatan Gus Dur mau menjadi Presiden," ucap Adhie.

Ia mengatakan, kekuatan reformasi saat itu sangat kompak, sehingga dengan cepat Gus Dur terpilih mengalahkan Megawati. Padahal, kata Adhie, jika melihat komposisi itu, kelompok reformasi bisa saja memilih orang yang dikehendaki untuk mendampingi Gus Dur sebagai wakil presiden.

"Kalau mau itu kelompok reformasi itu yang dimotori oleh poros tengah dan Golkar waktu itu, bisa menyapu semua posisi, semua jabatan. Tapi ketika itu, baik Pak Amien maupun Gus Dur juga sebetulnya Bang Akbar Tandjung, mengatakan bahwa 'kita kan tujuan kita kan bukan untuk sok-sokan, serakah-serakahan mengambil kekuasaan'.Agar situasi ini damai, tidak terjadi konflik yang berkepanjangan, maka diminta lah Megawati untuk menjadi Wakil Presiden," demikian kenangan persitiwa politik yang diingat Adhie.

Pada waktu itu, Megawati sempat tidak mau karena masih merasa dirinya menjadi Presiden karena PDIP merupakan partai terbesar di parlemen.

"Waktu itu sih prosesnya Megawati ngambek, memang tidak mau. Tapi kemudian atas bujukan Gus Dur akhirnya ibu Megawati mau jadi Wakil Presiden. Kenapa tidak mau jadi Wakil Presiden? Karena, 'jatah gue kan Presiden kenapa jadi wakil', kira-kira begitu," ucap Adhie.