Profesor Singapura Puji Jokowi Jenius, Rocky Gerung: Ini Semacam Jualan atau Advertorial

Jumat, 08 Oktober 2021 – 11:29 WIB

Presiden Jokowi

Presiden Jokowi

JAKARTA, REQnews - Pengamat Politik Rocky Gerung menyebut munculnya profesor Singapura memuji Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden jenius hanyalah semacam jualan dan advetorial.

"Ini semacam jualan, semacam advetorial memuji-muji Jokowi, itu juga menghina presiden Jokowi," ucap Rocky Gerung di Channel Youtube Rocky Gerung Official, Jumat, 8 Oktober 2021.

Rocky Gerung mengatakan, nantinya Presiden Jokowi membandingkan dengan pujian dia dengan nasib petani yang baru-baru ini bunuh diri.

"Petani bunuh diri itu terjadi karena kebijakan dia (Jokowi) social safetynet Jokowi gagal," ujar Rocky Gerung.

Untuk informasi, profesor sekaligus peneliti di National University of Singapore, Kishore Mahbubani memuji Jokowi sebagai presiden jenius.

Menurut Rocky Gerung, profesor itu harusnya membuat sebuah riset terkait ucapan yang disampaikannya tentang Jokowi jenius.

"Tapi dia malah wawancara doang, bahkan email-emailan, ya pastilah presiden tunjukan kejeniusan," ucap Rocky Gerung.

Rocky Gerung mengatakan, mestinya seorang profesor Singapura sebagai analis melakukan riset dengan perbandingan apa yang diriset Australia dan Amerika Serikat.

"Seluruh analis dunia, terutama Australia dan Amerika Serikat memperlihatkan bahwa Presiden Jokowi gagal dalam semua hal," kata Rocky.

Menurut diam aneh tiba-tiba ada profesor dari Singapura memberikan pujian pada Presiden Jokowi.

"Kita sebagai rakyat justru malu tuh, mengapa ada profesor yang seolah jadi kayak buzzer doang nih profesor, sebab buzzer juga ada di luar negeri," ucap Rocky.

Sebab, kata Rocky, tidak masuk akal pujian dari profesor Singapura untuk Jokowi itu secara tiba-tiba dan berlebihan.

"Kalau pujiannya standar-standar juga masih masuk akal. Ini (pujiannya) jenius, soal ekonomi yaitu meningkatkan ekonomi bertumbuh 10 persen dan meroket. Jenius dalam demokrasi meninggalkan keterbelahan bangsa, apa jenius itu, bangsa yang masih terbelah," ucap dia.