Adakah Jaminan Kerahasiaan Identitas Pelapor Gratifikasi? Begini Kata KPK

Jumat, 08 Oktober 2021 – 20:04 WIB

KPK

KPK

JAKARTA, REQnews - Selama ini, muncul kekhawatiran di masyarakat, bila melaporkan gratifikasi maka identitas pelapor akan dibuka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Menanggapi masalah itu, Plt Direktur Gratifikasi dan Pelayanan Publik KPK Syarief Hidayat menegaskan, pihaknya menjamin kerahasiaan identitas pelapor.

"Melindungi dan menjaga kerahasiaan identitas pelapor merupakan kewajiban Direktorat Gratifikasi dan Pelayanan Publik KPK," kata Syarief, Jumat 8 Oktober 2021.

Dengan demikian, Syarief berkata sebaiknya masyarakat tidak perlu takut bila menemukan kasus dugaan gratifikasi, segera laporkan kepada KPK.

Syarief menjelaskan, pelaporan dapat dilakukan melalui Gratifikasi Online (GOL), Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) di kementerian, lembaga dan organisasi pemerintah daerah (KLOP), juga layanan pengaduan masyarakat.

“Pengaduan yang masuk ke Direktorat Humas biasanya dilemparkan kepada kami (Direktorat Gratifikasi dan Pelayanan Publik KPK). Kami lakukan pendalaman, pemeriksaan tertutup, sampai mendapatkan bukti bahwa memang ada benar tindak pidana gratifikasi ini,” ujar dia.

Lebih lanjut, Syarief menuturkan, khusus pegawai KLOP yang instansinya telah memiliki Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) disarankan untuk melaporkan dugaan gratifikasi ke unit tersebut.

Di dalam tindakan gratifikasi, ada beberapa pemberian yang termasuk pengecualian dan telah diatur dalam Pasal 2 Ayat 3 Peraturan KPK Nomor 2 Tahun 2019. Di antaranya adalah pemberian dari keluarga sepanjang tidak terdapat konflik kepentingan tertentu, keuntungan atau bunga dari penempatan dana, investasi, atau kepemilikan saham, manfaat dari koperasi, hadiah dari perlombaan, kompensasi di luar kegiatan kedinasan, hingga hadiah pernikahan yang jumlahnya di bawah Rp 1.000.000.