Akhirnya, Hakim Israel Batalkan Vonis Izinkan Rabi Yahudi Berdoa di Masjid Al-Aqsa

Sabtu, 09 Oktober 2021 – 23:02 WIB

 Masjid Al-Aqsa Yerusalem (Foto:Istimewa)

Masjid Al-Aqsa Yerusalem (Foto:Istimewa)

YERUSALEM, REQNews - Pengadilan Israel tetap mempertahankan larangan bagi orang Yahudi untuk berdoa di Masjid Al-Aqsa Yerusalem. Hal itu dilakukan guna membatalkan keputusan pengadilan yang lebih rendah yang mengizinkan seorang Yahudi berdoa di situs suci umat Islam itu yang memicu kemarahan di antara orang Palestina dan Muslim.

Kasus hukum ini bermula ketika Aryeh Libbo, seorang rabi Yahudi Israel, berdoa di Al-Aqsa. Hal itu memicu perseteruan di mana pengelola situs suci melarang rohaniawan tersebut untuk masuk ke Al-Aqsa selama dua pekan.

Perseteruan kemudian berujung dibawa ke pengadilan rendah Israel, yang kemudian memutuskan untuk membatalkan larangan dua pekan tersebut dengan mengatakan bahwa ritual Lippo yang dilakukan secara berbisik "tidak melanggar".

Keputusan ini dipandang oleh komunitas Palestina dan Muslim bahwa orang Yahudi boleh berdoa di sana.

Peraturan yang ada menyebutkan, orang Yahudi diizinkan untuk mengunjungi situs namun tidak berdoa atau melakukan ritual keagaamaan di sana.

Palestina mengecam keputusan pengadilan Israel, yang membatalkan perjanjian lama di mana umat Islam beribadah di Al-Aqsa – situs tersuci ketiga Islam – sementara orang-orang Yahudi beribadah di Tembok Ratapan di dekatnya dan terletak di bagian barat kompleks -- yang dikenal juga dengan sebutan 'Western Wall'.

Polisi Israel telah mengajukan banding atas keputusan pengadilan yang lebih rendah pada hari Selasa 5 Oktober, dan Hakim Pengadilan Distrik Yerusalem Aryeh Romanoff pada hari Jumat 8 Oktober menguatkan larangan tersebut, dengan mengatakan petugas telah bertindak "dengan alasan".

"Fakta bahwa ada seseorang yang mengamati berdoa adalah bukti bahwa doanya jelas," tulis Romanoff. "Saya mengembalikan keputusan komandan polisi," kata hakim pengadilan yang lebih tinggi tersebut, sekaligus membatalkan keputusan pengadilan rendah --demikian seperti dikutip dari Aljazeera, Sabtu 9 Oktober 2021.

Warga Palestina, serta pejabat di Yordania, Mesir dan Arab Saudi sebelumnya telah mengutuk keputusan pengadilan yang lebih rendah.

Masjid Al-Aqsa merupakan salah satu situs suci umat Islam dan juga dihormati oleh orang Yahudi sebagai salah satu lokasi dari dua kuil kuno.

Masjid dan alun-alun di sekitarnya telah lama menjadi titik nyala dalam konflik Israel-Palestina.