Resepsi Nikah sudah Boleh, Kok Libur Nasional Maulid Nabi Digeser, Alasan Covid Masih Relevan?

Selasa, 12 Oktober 2021 – 06:03 WIB

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Cholil Nafis

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Cholil Nafis

JAKARTA, REQnews - Walaupun belum hilang, namun kini pandemi Covid-19 di Indonesia sudah mulai mereda. Bahkan, pemerintah juga sudah mengizinkan masyarakat untuk menggelar resepsi pernikahan.

Oleh karena itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Cholil Nafis menegaskan, keputusan pemerintah menggeser hari libur nasional perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan alasan meminimalisir mobilitas warga dan mengurangi kerumunan sudah tak relevan.

Seerti diketahui, pemerintah melalui Kementerian Agama menggeser hari libur nasional perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dari 19 Oktober menjadi 20 Oktober 2021.

"Saat WFH n Covid-19 mulai reda bahkan hajatan nasional mulai normal sepertinya menggeser hari lebir keagaama dg alasan agar tak banyak mobilitas lburan warga n tdk berkerumun sdh tak relevan," kata Cholil Nafis, dikutip dari akun Twitternya @cholilnafis, Senin, 11 Oktober 2021. "Keputusan lama yg tak diadaptasikan dg berlibur pd waktunya merayakan acara keagamaan," sambungnya.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid pun setuju dengan penilaian Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu. Menurutnya, keputusan pemerintah menggeser hari libur keagamaan pada tahun lalu dilakukan karena kasus Covid-19 di Tanah Air masih tinggi.

Berbeda dengan saat ini, Wakil Ketua MPR itu menilai kondisi nasional sudah berubah menjadi lebih baik. "Pemerintah geser/tiadakan hari libur keagamaan (Maulid dan Natal) itu dg keputusan pada Juni 2021, saat covid-19 menuju puncak. Skrg kondisi nasional sudah berubah,jadi lebih baik,menuju normal," tulis Hidayat Nur Wahid melalui akun Twitter @hnurwahid.

Dia pun meminta agar keputusan pemerintah untuk menggeser hari libur Maulid Nabi Muhammad SAW dikoreksi. "Wajarnya keputusan penggeseran/peniadaan itu dikoreksi. Saya dukung Kyai @cholilnafis," pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI mengumumkan pergeseran hari libur Maulid Nabi Muhammad SAW dari 19 Oktober menjadi 21 Oktober 2021.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kamaruddin Amin melalui keterangan tertulis pada Sabtu, 9 Oktober 2021 lalu. Menurutnya, digesernya hari libur Maulid Nabi Muhammad SAW bertujuan untuk mengantisipasi munculnya kasus baru Covid-19.

Selain itu, pemerintah juga memutuskan merubah cuti bersama dalam rangka Hari Raya Natal dan Tahun Baru yang semula tanggal 24 Desember 2021 menjadi ditiadakan.