KTT G20, Ini Lima Isu Utama yang Dibahas Pemimpin Dunia

Kamis, 27 Juni 2019 – 22:30 WIB

G20

G20

JAKARTA, REQnews - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 akan segera dilaksanakan. Para pemimpin dunia, termasuk Presiden Joko Widodo akan berkumpul di Osaka, Jepang pada Jumat 28 Juni sampai Sabtu 29 Juni 2019 besok.

Mengutip Reuters, inilah 5 isu utama yang akan menjadi pembahasan dalam KTT G20 nanti:

1. Ekonomi Global

Ketegangan perdagangan dunia telah membuat bank sentral AS The Fed mengisyaratkan akan memangkas suku bunga. Hal itu telah membuat dolar lemah dan memberikan tekanan pada Bank Sentral Eropa juga Jepang untuk menemukan cara menjaga mata uang dari kenaikan yang akan membuat kerusakan ekonomi, terutama yang masih bergantung pada ekspor.

2. Gencatan Senjata Perang Dagang

Perang dagang antara AS dan Cina telah membuat kondisi ekonomi global dalam ketidakpastian belakangan ini. Namun, kabarnya AS dan Cina sepakat melakukan gencatan senjata dalam perselisihan tersebut di KTT G20. Apalagi, Presiden AS Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping akan bertemu pada Sabtu nanti.

3. Masalah Iran

Iran bukan anggota G20. Namun negara tersebut menjadi ancaman besar bagi AS. Trump juga telah menjatuhkan sejumlah sanksi kepada Iran, yang dampak luasnya adalah kegelisahan pasar minyak dunia.

4. Perubahan Iklim Dunia

Draf terbaru G20 tentang perubahan iklim, membangkitkan kembali dukungan untuk Perjanjian Paris 2015, dengan menyebutnya tidak dapat diubah. Sebuah rancangan sebelumnya telah menghindari komitmen itu atas desakan AS.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan, Prancis tidak akan menerima pernyataan resmi G20 yang tidak menyebutkan perjanjian Paris. Trump, yang menyebut pemanasan global sebagai tipuan, menarik AS keluar dari pakta iklim pada 2017.

5. Sampah Laut

Satu agenda G20 di mana Abe dapat membuat kemajuan adalah mengurangi sampah plastik di lautan, meskipun target spesifik dan komitmen perusahaan untuk bertindak dinilai tidak memungkinkan.

G20 akan mengadopsi kerangka kerja implementasi baru untuk langkah-langkah mengurangi limbah plastik di laut, meskipun atas dasar sukarela. (ryn)