Gugatan PT Asuransi WanaArtha Life Dikabulkan, Pengamat: Terbukti, Hak Pihak Ketiga Tak Boleh Disita

Kamis, 14 Oktober 2021 – 15:40 WIB

PT Asuransi Jiwa Adisarana WanaArtha (Foto: Istimewa)

PT Asuransi Jiwa Adisarana WanaArtha (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Majelis hakim pengadilan negeri Jakarta Pusat mengabulkan gugatan keberatan PT Asuransi Jiwa Adisarana WanaArtha (WanaArtha Life) atas pemblokiran rekening perusahaan oleh Kejaksaan Agung terkait kasus korupsi PT Jiwasraya (persero).

Dalam putusan dengan nomor 15/PID.SUS/KEBERATAN/TPK/2020/PN.Jkt.Pst, Hakim telah mengabulkan permohonan pemohon untuk seluruhnya.

Menanggapi putusan tersebut, Pakar Hukum Universitas Gadah Mada (UGM), Muhammad Fatahillah Akbar mengatakan bahwa putusan tersebut membuktikan bahwa hak pihak ketiga tak boleh disita.

"Putusan tersebut berarti membuktikan bahwa hak pihak ketiga yang berkepentingan tidak boleh disita dalam perkara tersebut," ujar Akbar kepada wartawan, Kamis 14 Oktober 2021.

Sehingga, menurutnya, seharusnya pemblokiran rekening WanaArtha Life segera dibuka dan WanaArtha dapat mengelola kembali rekening tersebut agar tidak merugikan nasabah.

Sebelumnya, Presiden Direktur PT asuransi jiwa adisarana wanaartha, Yanes Y Matulatuwa mengatakan putusan tersebut merupakan wujud keadilan.

Ia mengungkapkan bahwa WanaArtha Life telah menjalani sidang kesimpulan pada 17 september 2021 dan dijadwalkan putusan Pada 01 Oktober 2021. Namun oleh majelis hakim ditunda hingga 06 Oktober 2021.

Selanjutnya pada Senin 11 Oktober 2021 majelis hakim telah bermusyawarah dan memberikan putusannya terhadap perkara keberatan WanaArtha Life.

"Kami kami harap semua pihak dapat menghormati dan menyambut baik putusan dari majelis hakim," Ujar Yanes dalam surat pemberitahuan kepada pemegang polis.

Di samping itu kami harus sampaikan bahwa putusan ini merupakan cerminan keadilan hukum dan keadilan bagi masyarakat terutama pemegang polis," lanjutnya.

Dirinya pun menekankan bahwa WanaArtha Life akan mengikuti seluruh proses hukum yang ada. Namun, jika terdapat langkah hukum dari termohon, WanaArtha Life akan segera berkoordinasi dengan tim kuasa hukum Juniver Girsang.

"Wanaarthalife tetap berkomitmen agar pemulihan dan pengembalian aset aset wanaarthalife yang dirampas oleh negara menjadi prioritas," katanya.

Diketahui, sebelumnya pemblokiran rekening WanaArtha Life dilakukan oleh Kejaksaan Agung. Hal itu dilakukan karena penyidik menganggap perusahaan tersebut memiliki saham di PT Hanson international Tbk yang merupakan milik terpidana kasus korupsi Jiwasraya, Benny Tjokrosaputro.

Tetapi, sebelumnya Juniver selaku kuasa hukum mengatakan bahwa pembelian saham tersebut sesuai dengan mekanisme pasar modal di bursa efek Indonesia. Sehingga tidak ada keterkaitannya dengan kasus yang menjerat Benny.

Bahkan karena pemblokiran yang dilakukan Kejagung tersebut, WanaArtha Life tidak mampu membayar manfaat bulanan dan pencairan pokok premi dari polis ribuan nasabah sejak Februari 2020.