Luhut dan Sandi Beda Jumlah Negara soal Turis Asing yang Diizinkan Masuk ke Bali, Mana yang Benar?

Selasa, 12 Oktober 2021 – 19:31 WIB

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno

JAKARTA, REQnews - Mulai 14 Oktober mendatang, turis asing dari sejumlah negara akan diizinkan masuk ke Bali. Namun ada perbedaan antara Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, soal jumlah negara asal para turis yang boleh masuk ke Bali

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyatakan setidaknya ada enam negara yang telah membuka komunikasi dengan Indonesia perihal pembukaan pintu gerbang internasional di Pulau Dewata. “Enam negara yang wisatawannya diperbolehkan untuk berkunjung ke Indonesia ialah Korea Selatan, Jepang, Tiongkok (Cina), UEA (Uni Emirat Arab), Arab Saudi, dan Selandia Baru,” kata Sandiaga Uno, Selasa, 12 Oktober 2021.

Penentuan negara-negara yang mendapat lampu hijau kunjungan ke Bali itu mengadopsi skema pariwisata yang dicanangkan oleh Pemerintah Thailand untuk program Phuket Sandbox. Negara yang akan bekerja sama dengan Indonesia dalam bentuk travel corridor arrangement (TCA) merupakan negara dengan risiko penyebaran Covid-19 yang tendah.

Selain keenam negara tersebut, Sandiaga mengusulkan pemerintah menambah jumlah negara asal turis asing, khususnya dari Eropa. Negara lain yang akan disasar ialah Hungaria, Perancis, Spanyol, Polandia, Belanda, Inggris, Italia. Selain itu, Singapura, Austria, Jerman, Belgia, Australia, Norwegia, Denmark, Swedia, dan Rusia.

“Kemenparekraf terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, Satgas Covid-19, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, serta Kementerian Luar Negeri untuk penentuan dan persetujuan negara yang boleh masuk ke Indonesia,” kata Sandiaga.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan ada 18 negara yang diizinkan masuk ke Bali setelah pintu internasional dibuka. Namun, Luhut tidak merinci nama-nama negara itu. Tapi yang jelas, turis dari Singapura belum dapat berkunjung ke Indonesia.

Menurut Luhut, kondisi penyebaran Covid-19 di Singapura menjadi pertimbangan utama. “Mengenai nama-nama negara yang bakal diumumkan (masuk ke Bali) ada 18 negara, tapi Singapura belum termasuk karena belum memenuhi persyaratan standar level 1 dan 2 sesuai dengan WHO,” ujar Luhut.

Dia mengklaim, pembukaan pintu internasional di Bali akan dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Guna mencegah masuknya varian baru Covid-19, turis asing yang tiba di Bali wajib menjalani masa karantina yang lama waktunya belum ditetapkan. Terbaru, pemerintah membuka opsi masa karantina selama lima hari setelah sebelumnya ditetapkan delapan hari.