Cina akan Uji Ribuan Sampel Darah untuk Lacak Asal-usul Covid-19

Rabu, 13 Oktober 2021 – 12:30 WIB

Foto: Independent.co.uk

Foto: Independent.co.uk

Wuhan, REQNews.com -- Cina akan menguji puluhan ribu sampel darah di bank darah kota Wuhan, sebagai bagian penyelidikan asal-usul virus korona penyebab Covid-19.

Pejabat Cina, seperti diberitakan CNN, mengatakan langkah itu sebagai respon atas meningkatnya seruan untuk transparansi atas asal-usul virus.

Darah yang akan diuji berjumlah 200 ribu sampel, yang berasal dari bulan-bulan di penghujung tahun 2019 sampai Februari 2021 seperti ditetapkan panel penyelidik Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Sampel darah pada periode ini kemungkinan memberi informasi kunci yang dapat membantu menentukan kapan dan di mana virus kali pertama menjangkiti manusia.

Seluruh sampel darah disimpan di Pusat Darah Wuhan, dan diperkirakan mencakup seluruh periode 2019, yang memberikan sampel jaringan waktu nyata sejumlah besar poulasi di kota-kota SARS-CoV-2 diperkirakan kali pertama menginfeksi manusia.

Sampel darah telah disimpan dua tahun. Cina sengaja menyimpan sampel darah itu jika diperlukan sebagai bukti setiap tuntutan hukum terkait donor darah yang korban terjangkit.

Masa tunggu dua tahun akan berakhir antara Oktober dan November 2019, ketika sebagian besar ahli berpikir virus kali pertama menginfeksi manusia.

Seorang pejabat Komisi Kesehatan Nasional Cina mengatakan persiapan pengujian sedang berlangsung, dan pengujian yang dikonfirmasi akan dilakukan setelah batas dua tahun tercapai.

"Ini memberikan sampel real time terdekat di dunia yang pernah kami lihat, untuk membatnu kami memahami waktu kajadian wabah," kata Yanzhong Huang, rekan senior untuk kesehatan global di Council on Foreign Relations.

Mauren Miller, profesor epidemiologi di Universitas Columbia, mengatakan sampel darah itu benar-benar akan berisi petunjuk. Millerj uga mendesak Cina untuk mengijinkan para ahli asing mengamati prosesnya.

"Tidak ada yang akan percaya hasil apa pun yang dilaporkan Cina kecuali ada pengamat memenuhi syarat," katanya.

Liang Wannian, kepala tim Cina yang mengerjakan investigasi WHO, mengatakan Beijing akan menguji sampel. Setelah mendapatkan hasilnya, akan dikirim ke pakar Cina dan tim asing.

Menurut Liang, sampel berasal dari tabung pembuka kantong darah donor, ditutup rapat, dan disimpan. Para ahli Cina juga telah membuat beberapa penilaian dan evaluasi pada metode pengujian dan rencana tindakan.

Sampel darah, jika disimpan dengan benar dapat mengandung tanda-tanda penting antibodi pertama yang dibuat manusia untuk melawan penyakit Covid-19.