Mensesneg Pratikno Temui Jenderal Andika Perkasa, Refly Harun: Tidak Terpilih Jadi Panglima TNI?

Rabu, 13 Oktober 2021 – 12:38 WIB

Jenderal Andika Perkasa

Jenderal Andika Perkasa

JAKARTA, REQnews - Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun menyoroti kabar Menteri Sekretaris Negara Republik Indonesia (Mensesneg) Pratikno menemui Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa di Markas Besar Angkatan Darat, di Jakarta, Senin, 11 Oktober 2021.

Menurut Refly Harun, kedatangam Pratikno ke KSAD Jenderal Andika Perkasa merupakan hal tak lazim. Sebab, kata dia, secara hierarki jabatan, KSAD berada di bawah menteri. Bila memang ada keperluan, harusnya Andika langsung dipanggil.

"Kalau dari struktur ketatanegaraan aneh sebetulnya, seorang Mensesneg mendatangi KSAD. Karena level KSAD itu di bawah menteri. Yang setingkat jabatan Menteri itu Panglima TNI. Mensesneg mendatangi Panglima TNI saja aneh juga, tapi masih bisa dibenarkan karena mereka satu level. Mungkin mereka ada pembicaraan" ucap Refly Harun melalui video di kanal YouTube Refly Harun, Rabu, 13 Oktober 2021.

Refly Harun mengatakan, kedatangan Pratikno memiliki tujuan khusus. Namun, kata dia, apa yang disampaikannya ini hanyalah sebuah analisis dari keanehan yang terjadi. Menurut dia,  kedatangan Pratikno membawa sebuah misi, yakni minta maaf.

"Ini analisis ya, justru ini sepertinya meminta maaf, kesannya begitu. Bahwa mungkin saja Andika tidak ditunjuk sebagai Panglima TNI," ucap Refly Harun.

Refly Harun mengatakan, biasanya bila satu sosok akan ditunjuk menjadi Panglima TNI, maka yang bersangkutan akan dipanggil oleh Presiden Jokowi ke Istana.

"Tapi kalau mengutus Pratikno untuk berbicara dengan yang bersangkutan, ya sign-nya, tanda-tandanya mungkin saja Andika tidak dipilih. Tapi ini analisis ya, kita tidak tahu persis. Jangan-jangan nanti diputuskan pada wangsit terakhir kita tidak tahu juga," bebernya.

Seperti diketahui, KSAD Jenderal Andika Perkasa semakin santer dikabarkan akan segera menjabat sebagai Panglima TNI, menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto. Kendati demikian, hingga saat ini Presiden Jokowi belum juga mengirimkan nama calon Panglima TNI ke DPR.