Jokowi Genjot Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Faisal Basri: Praktis Negara Tak Punya Uang

Rabu, 13 Oktober 2021 – 21:51 WIB

Presiden Jokowi

Presiden Jokowi

JAKARTA, REQnews - Ekonom senior Faisal Basri mengatakan, Negara dipastikan tidak punya anggaran yang cukup untuk membiayai berbagai proyek infrastruktur termasuk pembiayaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang diizinkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memakai Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

"Terkait dengan beban negara itu, praktis negara tidak punya uang untuk membiayai macam-macam itu," ucap Ekonom senior Faisal Basri di Jakarta, Rabu, 13 Oktober 2021.

Faisal mengatakan, pada tahun 2022 nanti, pemerintah akan disibukkan dengan pebiayaan pada pembayaran utang. Catatan bunga utang Indonesia, kata dia, naik menjadi 21 persen dibandingkan awal pemerintah Presiden Jokowi tahun 2014 yang tercatat hanya 11 persen.

"Anda bayangkan, pemerintah pusat tahun depan 21 persen pengeluarannya hanya untuk bunga, ini tertinggi dalam sejarah, tahun 2014 baru 11 persen, sekarang 21 persen, naik dua kali lipat selama era Pak Jokowi," ucap Faisal Basri.

Menurut Faisal, selain untuk utang, ada beberapa pos pengeluaran yang nominal anggarannya sudah ditetapkan UUD 1945 sebagai konstitusi dan tidak bisa diubah atas alasan apapun.

"Kemudian yang kedua, anggaran pendidikan tidak boleh dipotong karena ada di UUD kan 20 persen dan ada lagi mandatori-mandatori lainnya, jadi praktis tidak ada lagi (anggaran pembiayaan proyek)," kata Faisal Vasri.