Ngeri! Tak Ada Ampun bagi Turis Bandel di Bali, Auto Deportasi

Kamis, 14 Oktober 2021 – 06:01 WIB

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, REQnews - Pemerintah membuka pintu bagi kedatangan turis asing yang berasal dari 19 negara untuk masuk ke Bali dan Kepulauan Riau (Kepri).

Namun, para turis diminta untuk tidak macam-macam. Pemerintah RI bakal menerapkan aturan ekstra keras, dengan ancaman deportasi.

Pernyataan ini disampaikan Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Kemenparekraf Henky Hotma P Manurung dalam sebuah diskusi pada Rabu 13 Oktober 2021, bersama Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace, dengan host Meliza Gilbert.

"Kalau yang bandel-bandel Bu Meliza tanyalah Cok Ace yang nggak mau pake masker pun ya Bu, Cok Ace langsung deportasi. Kami gagah-gagah, galak-galak kami dengan pemda Cok Ace ini, deportasi, caranya mikirin sendiri pulangnya, pokoknya dideportasi dari Bali," kata Henky.

"Jadi kita nggak main-main ya Cok Ace, karena kami juga yakin bahwa masker itu adalah habit atau budaya baru bangsa kita ke depan atau negara kita ini untuk bisa menghadapi bencana non alam seperti, jadi kalau siapapun yang bandel kita jewer. Sekali mereka bandel langsung kita deportasi," ujarnya menambahkan.

Sebelumnya diberitakan, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan berkata, Bali serta Kepulauan Riau (Kepri) boleh dimasuki turis dari 19 negara.

"Sesuai arahan Presiden RI, kami memberikan izin kepada 19 negara untuk bisa melakukan perjalanan menuju Bali dan Kepulauan Riau," kata Luhut, Rabu 13 Oktober 2021.

Daftar 19 negara yang diizinkan tersebut adalah Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Selandia Baru, Kuwait, Bahrain, Qatar, China, India, Jepang, Korea Selatan, Liechtenstein, Italia, Prancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia, Hungaria, dan Norwegia.

Luhut menjelaskan, 19 negara itu dipilih sesuai standar WHO, karena angka kasus Covid-19 yang rendah atau berada di level 1 maupun 2.

"Daftar 19 negara yang masuk ke Indonesia ini hanya berlaku khusus untuk penerbangan langsung ke Bali dan Kepulauan Riau (Kepri)," ujar Menko Luhut.

Namun, untuk masuk ke Indonesia, Luhut tak main-main dalam menerapkan syarat apa saja yang harus dimiliki turis.

Bila ingin masuk ke Bali dan Kepri, turis wajib menunjukkan bukti dua kali vaksinasi dengan waktu minimal 14 hari sebelum keberangkatan.

Bukti tersebut wajib dibuat dalam bahasa Inggris serta memiliki hasil tes PCR negarif dengan kurun waktu 3x24 jam.

Syarat itu belum termasuk wajib karantina selama lima hari, yang biayanya ditanggung secara mandiri.

Lalu, pada hari keempat karantina, turis diwajibkan untuk tes PCR ulang dan hasilnya harus negatif. Biaya ini pun ditanggung masing-masing.