Nasib Kapolsek Sei Tuan yang Tersangkakan Pedagang yang Dianiaya Preman, Ya Tuhan di Ujung Tanduk

Kamis, 14 Oktober 2021 – 12:15 WIB

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi (Foto: Istimewa)

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi (Foto: Istimewa)

SUMATRA UTARA, REQnews - Kapolsek Percut Sei Tuan dan Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan dicopot dari jabatannya setelah viralnya penetapan tersangka terhadap pedagang yang dianiaya preman di Pasar Gambir, Tembung.

Namun, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi mengatakan hal tersebut berkaitan dengan evaluasi dari kasus-kasus yang telah terjadi di wilayah tersebut sebelumnya.

"Iya. Kapolsek dan Kanit Reskrim (Polsek Percut Sei Tuan dicopot dari jabatannya)," ujar Hadi kepada wartawan ketika ditemui di Mapolda Sumut pada Rabu 13 Oktober 2021.

Ia menyebut bahwa pencopotan itu bagian dari evaluasi dan audit yang dilakukan oleh pimpinan Polri. "Iya benar. Kapolsek dan Kanitnya. Itu terkait dengan evaluasi dari kejadian yang kemarin dan yang sebelum-sebelumnya, tentunya," katanya.

Kasus yang Hadi maksud adalah terkait dengan penganiayaan terhadap pedagang di Pasar Gambir, Tembung berinisial LG oleh seorang preman berinisial BS pada Minggu 5 September 2021 lalu.

Diketahui, terkait kasus tersebut keduanya yaitu LG dan BS membuat laporan ke Polsek Percut Sei Tuan. Namun, BS diamankan terlebih dahulu dan ditetapkan sebagai tersangka.

Tetapi belakangan ini, kembali viral dalam uanggahan Facebook LG bahwa dirinya mendapat surat panggilan ke Polsek Percut Sei Tuan dengan status sebagai tersangka.

Selanjutnya, penanganan kasus tersebut diambil alih oleh Polrestabes Medan dan Polda Sumut agar lebih jelas dan objektif.