Bu Risma Gak Capek Gaes, Marah-marah Lagi Nih! Baca Cerita Lengkapnya

Kamis, 14 Oktober 2021 – 12:56 WIB

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini marah-marah di depan umum (Foto: Tangkapan layar)

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini marah-marah di depan umum (Foto: Tangkapan layar)

LOMBOK TIMUR, REQnews - Seperti tak ada lelahnya, saat melakukan kunjungan kerja di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini kembali mengamuk di depan masyarakat umum.

Dalam video rekaman yang viral di media sosial itu, memperlihatkan Mensos Risma yang sedang marah-marah sambil menunjuk-nunjuk mahasiswa, yang juga seorang aktivis.

Peristiwa tersebut terjadi ketika dua orang aktivis menyusup di lokasi penyambutan kedatangan Risma di Desa Tete Batu Selatan, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, pada Rabu 13 Oktober 2021.

Hadirnya kedua aktivis tersebut untuk menyatakan protes soal penyaluran bantuan sosial (bansos). Bahkan aksi tersebut sempat memicu kericuhan. 

Mereka memprotes terkait dengan keterlibatan oknum kepala desa dan tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK) yang diduga terlibat menjadi supplier dalam penyaluran bansos.

"Sebentar kamu jangan fitnah aku ya. Dengerin, kamu berhak ngomong saya juga berhak ngomong. Sekarang mana datamu, kalau kamu mau memperjuangkan," kata Risma sambil menunjuk kedua mahasiswa.

"Data apa? Kami ingin berdialog, kami mempertanyakan tempat supplier di sini. Ini yang kami pertanyakan," kata salah seorang aktivis tersebut.

Selanjutnya, setelah menemui aktivis, Risma langsung mengecek satu persatu proses penyaluran bansos dan program keluarga harapan (PKH) dari Kementerian Sosial.

Namun tak sampai di situ saja, Risma kembali emosi ketika kedapatan adanya sejumlah penerima belum sepenuhnya mendapat bantuan yang disalurkan Kemensos.

Bahkan Mensos menemukan saldo nol di rekening sejumlah orang penerima bantuan. Setelah mengecek penyaluran bantuan, mensos mengumpulkan para pendamping PKH dan TKSK.

Risma lalu menyerahkan bantuan ke penyandang disabilitas, peserta PKH yang telah graduasi dan anak yatim.

Meskipun sempat terjadi ketengangan namun peristiwa tersebut dapat diredam aparat keamanan.