Sindir Moeldoko, Demokrat Pasang Karpet Biru Buat Mantan Pegawai KPK

Kamis, 14 Oktober 2021 – 16:12 WIB

Ilustrasi Bendera Demokrat

Ilustrasi Bendera Demokrat

JAKARTA, REQnews - Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Demokrat, Hinca IP Panjaitan merespons niatan salah satu mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)yang ingin mendirikan partai politik (parpol). Menurut dia, lebih baik bergabung dengan partai yang sudah ada.

"Pertama, tentu kalau dia mendirikan parpol baru saya sangat welcome. Tetapi karpet biru (Partai Demokrat) jauh lebih cepat untuk menjemput dia dimana pun," ujar Hinca IP Panjaitan di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Jakarta Selatan, Kamis, 14 Oktober 2021.

Hinca mengatakan banyak parpol baru yang bermunculan dan menyambut baik keinginan orang-orang yang ingin membentuk sebuah parpol. Ia memberikan  untuk mantan pegawai KPK yang benar-benar ingin membentuk parpol.

Hinca kemudian menyindir kubu Moeldoko, atau Partai Demokrat hasil kongres luar biasa (KLB) Deli Serdang, Sumatera Utara yang tak ingin membentuk parpol.

"Selamat datang teman-teman, ini lah cara yang terbaik berdemokrasi. Kau bikin partai, kau pimpin, bertarung kita. Jangan kayak tetangga sebelah itu tak bikinnya dia malah mau ambil (Partai Demokrat)," ujar Hinca.

Sebelumnya, eks pegawai KPK yang gagal dalam TWK dalam rangka alih status menjadi ASN, Rasamala Aritonang, mengungkapkan niatnya membuat partai politik. Menurut dia, partai politik merupakan kendaraan strategis untuk membuat perubahan dengan dampak yang besar.

"Benar. Kepikiran sih kalau mau bikin perubahan yang punya impact besar kan partai politik adalah salah satu kendaraan strategis dalam sistem demokrasi," ujar Rasamala di Jakarta, Rabu, 13 Oktober 2021.

Menurut Rasamala, saat ini masih ada peluang besar untuk membangun partai politik yang bersih, berintegritas, dan akuntabel. Sebab, menurutnya banyak publik yang mengkritik partai politik saat ini.

"Saya sih sedang diskusikan dengan beberapa kawan yg punya gagasan sejalan, tapi kita lihat dulu yah, termasuk kemungkinan untuk minta masukan dan pandangan dari tokoh-tokoh bangsa," ucap dia.