Publik Harus Segera Ajukan ke MUI Supaya Cepat Keluar Fatwa Soal Pinjol

Jumat, 15 Oktober 2021 – 03:03 WIB

Gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi

JAKARTA, REQnews - Di tengah kondisi ekonomi yang semakin sulit, pinjaman online atau pinjol tumbuh subur menawarkan harapan palsu pada masyarakat. Meskipun ada yang legal, namun tak sedikit pinjol ilegal yang bermunculan. Mudahnya pencairan pinjaman uang, membuat banyak masyarakat yang terjebak.

Masyarakat yang sudah terlanjur meminjam uang, seringkali nasibnya berakhir tragis. Dari mulai bunga yang cepat berkembang biak hingga akhirnya membuat peminjam uang tak mampu bayar, diteror dan dipermalukan debt collector yang berakibat dijauhi teman atau keluarga, hingga akhirnya ada yang nekat mengakhiri hidup atau bunuh diri.

Kondisi tersebut makin lama kian mengkhawatirkan dan dikeluhkan masyarakat. Terlebih, aplikasi pinjol juga ada yang bisa mengakses data pribadi orang yang berutang. Dari banyak kejadian dan keluhan masyarakat itu, polisi pun bertindak dengan menggerebek sejumlah kantor pinjol, terutama yang ilegal. Seperti yang baru saja terjadi di Cengkareng, Jakarta Barat dan Tangerang, Banten.

Terkait perilaku pinjol itu, Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Hasanuddin AF menyatakan, bahwa pinjol perlu di hindari oleh masyarakat. Terlebih lagi, belakangan ini sudah banyak masyarakat yang menjadi korban hingga meninggal dunia akibat terjerat pinjol.

"pinjol itu perlu dihindari. Dan dia bagi saya pribadi termasuk haram ya. Apalagi banyak korbannya itu, ada tindak kekerasan (dalam penagihan) hingga sampai bunuh diri. Itu jelas sekali," katanya, Kamis, 14 Oktober 2021. Meski demikian, Hasanuddin mengaku, MUI sampai saat ini belum menerima permohonan pengajuan fatwa dari publik terkait praktik pinjol ilegal.

"Belum, belum ada permohonan fatwa sih. Kita masih menunggu adanya permohonan fatwa dari masyarakat. Siapa pun bisa (mengajukan)," ujar Dosen Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah itu. Hasanuddin memastikan, pihaknya akan menindaklanjuti bila masyarakat ada yang sudah mengajukan permohonan fatwa tersebut.

Terlebih lagi, selama ini sudah banyak keluhan di tengah masyarakat mengenai banyaknya pinjol ilegal yang meresahkan. "Komisi Fatwa sendiri gak keberatan bila ada pihak yang ingin mengajukan fatwa tersebut ke kami. Iya gak ada masalah," kata dia.

"Kalau ada permohonan secara formal bisa kita tindak lanjuti iya. Sampai sejauh ini setahu saya belum ada," tambahnya. Lebih lanjut, Hasanuddin mengungkap aparat kepolisian baru-baru ini memburu sindikat pinjaman online ilegal. Upaya itu dilakukan setelah praktik tersebut merapat memakan banyak korban.