Terungkap! Moeldoko Beri Uang Puluhan Juta Pas KLB Deli Serdang, Muluskan Jadi Ketum Demokrat?

Jumat, 15 Oktober 2021 – 18:52 WIB

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko

JAKARTA, REQnews - Kuasa Hukum DPP Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Mehbob mengatakan saksi yang dihadirkan dalam sidang lanjutan gugatan Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta memberikan keterangan mengejutkan.

Salah seorang aksi bernama Gerald Pieter Runtuthomas menyebutkan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko terlibat memberikan sejumlah uang bagi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang hadir.

Mehbob mengatakan, Gerald mengungkapkan ada dua kloter pemberangkatan menuju lokasi KLB Deli Serdang. Bagi peserta KLB yang bukan anggota atau ketua DPC dan tidak mempunyai hak suara, langsung terbang dari daerahnya masing-masing. Sedangkan ketua DPC atau pemilik suara transit di Jakarta bertemu Moeldoko.

"Setelah mereka (Ketua DPC) bertemu dengan Moeldoko mereka diberikan uang sebesar Rp25 juta dan satu buah handphone," ucap Mehbob di lobi Gedung PTUN Jakarta, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis, 14 Oktober 2021.

Menurut dia, berdasarkan keterangan saksi yang mengikuti jalannya KLB tersebut, klaim Moeldoko tidak terlibat dalam upaya merebut Partai Demokrat dari tangan AHY adalah tidak benar.

"Jadi mereka setelah bertemu dengan Pak Moeldoko, diberikan uang masing-masing Ketua DPC itu Rp25 juta sebagai DP 25%, kemudian satu buah handphone. Kemudian setelah selesai di KLB Deli Serdang, setiap ketua DPC diberikan Rp75 juta. Jadi totalnya Rp100 juta untuk Ketua DPC yang 32 orang," ucap Mehbob.

Mehbob mengatakan, saat Demokrat kubu AHY menghadirkan Gerald Pieter Runtuthomas sebagai saksi fakta, pihak KLB Deli Serdang dan kuasa hukumnya tidak berani memberikan pertanyaan atau bantahan.

"Berarti secara tidak langsung dia mengakui bahwa fakta itu yang terjadi. Sidang lanjutan hari Selasa. Agenda saksi ahli dari penggugat. Dari pihak kami hari Kamisnya saksi ahli juga, kemungkinan dua orang. Namanya nanti masih lagi konfirmasi," ujar Mehbob.