IFBC Banner

Arief Poyuono Minta Jokowi Tak Perlu Kesal pada Pinjol karena Sumbang Pertumbuhan Ekonomi

Sabtu, 16 Oktober 2021 – 15:32 WIB

Ketua Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Arief Poyuono

Ketua Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Arief Poyuono

JAKARTA, REQnews - Ketua Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Arief Poyuono mengatakan, banyak masyarakat menengah ke bawah menggunakan uang hasil pinjaman online (Pinjol) untuk belanja kebutuhan sehari-hari.

IFBC Banner


"Masyarakat kecil banyak yang tidak punya tabungan alias pendapatan keluarganya tidak mencukupi. Sehingga, pinjol jadi alternatif bagi mereka," kata Poyuono, melalui keterangan tertulisnya, Sabtu, 16 Oktober 2021.

Menurutnya, kenyataan tersebut sekaligus menjadi hal yang pahit bagi pemerintah. Sebab melihat fakta yang terjadi di lapangan, penggunaan pinjol menjadi bukti fungsi-fungsi perbankan BUMN sebagai intermediasi/perantara keuangan tidak berjalan.

Oleh sebab itu, Arief Poyuono meminta kepada Presiden Joko Widodo tidak merespons keberadaan pinjol secara berlebihan.

"Enggak perlu emosi dan kesal ya Kangmas Jokowi tentang pinjol, diambil maknanya saja dan dorong perbankan nasional, khususnya perbankan BUMN menjalankan fungsi intermediasinya hingga ke masyarakat perekonomian kelas bawah," tambahnya.

Di sisi lain, sambung Poyuono, peredaran pinjol perlu menjadi renungan bagi pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Sebab menurutnya, suka atau tidak keberadaan pinjol baik yang legal maupun ilegal telah memberi dampak pada pertumbuhan ekonomi.

"Maraknya pinjol legal dan ilegal juga punya andil terhadap pertumbuhan ekonomi nasional walau perekonomian yang dijalankan dengan high cost economy loh," ujar Poyuono.