IFBC Banner

Perusahaan Asing Diduga jadi Pemicu Maraknya Pinjol Ilegal, Begini Cara Liciknya

Sabtu, 16 Oktober 2021 – 16:31 WIB

Gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi

JAKARTA, REQnews - Keberadaan perusahaan pinjaman online (Pinjol) ilegal yang marak di Indonesia, tentu harus dibarengi dengan ketersediaan modal yang harus disiapkan untuk disalurkan kepada peminjam.

IFBC Banner


Di sisi lain, publik banyak yang bertanya-tanya dari mana ketersediaan modal pinjol tersebut. Terlebih, keadaan ekonomi dalam negeri saat ini kondisinya sedang terpuruk dan bahkan mengkhawatirkan.

Seperti diketahui, dalam beberapa waktu terakhir sejumlah kasus pinjol ilegal mencuat ke publik dan makin meresahkan. Pasalnya, modus-modus penarikan utang kerap dilakukan dengan di luar hukum lewat penistaan ataupun teror secara daring kepada korban.

Terkait hal itu, Satgas Waspada Investasi (SWI) mengendus motif lain di luar pencarian keuntungan dari maraknya perusahaan pinjol ilegal di Indonesia. Dugaan itu mengerucut pada kemungkinan pencucian uang lewat perusahaan pinjol.

"Ada indikasi juga kemungkinan ada pencucian uang ya, dari luar (negeri) ke sini (Indonesia)," kata Ketua SWI OJK, Tongam L Tobing dalam sebuah diskusi daring yang digelar Sabtu, 16 Oktober 2021.

Meski demikian, sambungnya, mayoritas perusahaan pinjol ilegal yang beroperasi memiliki motif untuk meraup keuntungan yang besar sehingga melakukan bisnis tersebut.

Tongam mengingatkan, kemungkinan pencucian uang tetap dapat terjadi dan patut diduga ada peran serta negara asing dalam perputaran uang bisnis pinjol ilegal di Indonesia.

Catatan OJK, dari ribuan pinjol ilegal yang diblokir ada 22 persen yang server operasionalnya berada di Indonesia. Kemudian, 34 persen lainnya berada di luar negeri. Sementara, sisanya sebanyak 44 persen tidak diketahui.

Tongam belum merincikan lebih lanjut mengenai modus yang digunakan dalam dugaan kasus bermotif pencucian uang tersebut. Termasuk, pebisnis-pebisnis dari luar negeri yang diduga terlibat dalam sengkarut kasus pinjol dalam negeri ini.

"Berdasarkan beberapa pengaduan dan penelitian kami, memang ini murni adalah penipuan untuk mencari keuntungan yang sangat besar dari masyarakat kami. Walaupun memang ada indikasi kemungkinan pencucian uang," tambah dia.