RS Ciputra Tolak Buka Hasil Pemeriksaan Fariz Mahasiswa yang di 'Smackdown' Polisi

Sabtu, 16 Oktober 2021 – 17:02 WIB

Fariz, mahasiswa yang dibanting Brigadir NP saat aksi demonstrasi di depan kantor Bupati Tangerang ketika dirawat di rumah sakit

Fariz, mahasiswa yang dibanting Brigadir NP saat aksi demonstrasi di depan kantor Bupati Tangerang ketika dirawat di rumah sakit

JAKARTA, REQnews - Pemeriksaan medis terhadap Fariz, mahasiswa yang dibanting oleh aparat kepolisian saat aksi demonstrasi di kantor Bupati Tangerang sudah selesai dilakukan.

Sebelumnya, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Serang itu dilarikan Rumah sakit Ciputra Hospital, Tangerang, karena kondisinya memburuk. Dalam foto yang beredar, tampak Fariz sedang terbaring lemah di kasur rumah sakit. Pada tangannya, tampak alat infus dengan selang.

Namun, pihak Rumah sakit Ciputra menolak mengungkapkan hasil pemeriksaan medis terhadap Fariz secara detail dan hanya mengungkap keadaannya membaik.

"Kita sudah melakukan pemeriksaan dari kepala sampai ke tulang belakang. MRA sudah kita lakukan semuanya. Untuk hasil, kita tidak bisa mengungkapkan ke publik," ujar Koordinator Tim Dokter Ciputra Hospital, Andre Satria Gunawan, Sabtu, 16 Oktober 2021.

Dia berharap, tidak ada efek jangka panjang akibat bantingan tersebut karena dari pemeriksaan, kondisi Fariz sudah baik. Meski demikian, Andre menegaskan bahwa Fariz tetap harus melakukan kontrol kesehatan secara berkala usai dinyatakan boleh pulang oleh tim dokter.

Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, juga menegaskan bahwa Fariz sudah dinyatakan boleh pulang dari rumah sakit untuk menjalani perawatan di rumah. "Paling tidak, bisa dibawa dan dirawat di rumah. Artinya tidak ada yang fatal," ucapnya.

Sementara itu, Fariz mengatakan bahwa kondisinya saat ini sudah berkembang dan jauh lebih baik dibanding sebelumnya.

"Tapi rasanya mungkin sedikit linu juga, tapi selebihnya sudah aman. Jauh lebih baik dari hari sebelumnya. Intinya saya ucapkan terima kasih seluruh rekan-rekan, stakeholder terkait yang sudah membantu dukungan moril maupun materiil untuk kesembuhan saya," katanya.

Fariz sebelumnya dilarikan Rumah sakit Ciputra Hospital, Tangerang, karena kondisinya memburuk. "Pundak, leher kayak gak bisa digerakin. Sama kepala agak kliyengan (pusing). Sama tadi pagi tuh, sedikit muntah-muntah sama engab (sulit bernafas)," katanya, dalam rekaman yang diterima wartawan, Kamis, 14 Oktober 2021.

Dalam foto yang beredar, tampak Fariz terbaring lemah di kasur rumah sakit. Pada tangannya, tampak alat infus dengan selang. Saat dikonfirmasi ulang, MFA masih belum memberikan balasan. Fariz sebelumnya menggelar aksi di depan kantor Bupati Tangerang bersama teman-temannya dari Himata. Aksi itu berlangsung ricuh diiringi pembubaran oleh aparat.

Nahas bagi Fariz, dirinya ditangkap polisi berpakaian hitam. Tanpa perlawanan, dia ditarik polisi itu. Tangannya dipegang dari belakang dan tubuhnya dibanting ke aspal. Setelah jatuh dengan punggung membentur aspal, Fariz sempat tidak sadarkan diri. Lalu, seorang polisi berseragam coklat menendangnya sambil berjalan. Tidak lama berselang, MFA mengalami kejang-kejang.