Kronologi OTT Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex, Enam Orang Kena Tangkap KPK

Sabtu, 16 Oktober 2021 – 21:03 WIB

Kronologi OTT Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex. (Foto: Istimewa)

Kronologi OTT Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex (DRA) sebagai tersangka dugaan suap dalam proyek pembangunan infrastruktur Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2021. Penetapan tersangka dilakukan KPK setelah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), Jumat, 15 Oktober 2021.

Selain DRA, ditetapkan tiga tersangka lainnya. Dua di antaranya merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan satu pihak kontraktor yang menjadi tersangka pemberi suap.

Penangkapan Bupati Musi Banyuasinrdin, bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Musi Banyuasin. Saat itu diamankan enam orang, yakni HM Kepala Dinas PUPR, EU merupakan kepala bidang SDA yang juga bertindak sebagai PPK, lalu SUH yang merupakan pihak rekanan.

Selain itu, diamankan IF yang merupakan Kepala Bidang reservasi jalan PUPR, BRZ yang merupakan staff ahli Bupati dan AF yang juga ASN di PUPR.

OTT yang berlangsung 12.30 WIB, mengamankan enam orang. Pada pukul 20.00 WIB juga mengamankan DRAN di lobi hotel, wilayah Jakarta bersama dengan ajudannya.

Kronologinya, KPK mendapatkan informasi mengenai akan adanya penyerahan suap atas empat proyek di Musi Banyuasin kepada DRA. Tersangka SUH yang akan menyerahkan suap kepada DRA, melalui EU dan HM. KPK menelusuri aliran dana transfer SUH yang akan diberikan kepada DRA melalui HM dan EU.

SUH mentransfrer uang kepada keluarga EU. Lalu oleh keluarga EU diserahkan kepada EU. Uang yang ada di EU kemudian bersama HM akan diserahkan kepada DRA.

"Barang buktinya dari HM yang diamankan di tempat ibadah, ditemukan Rp270 juta, sedangkan dari ajudan diamankan Rp1,5 miliar," terang Wakil Ketua KPK, Alexander di Gedung KPK, Sabtu, 13 Oktober 2021.

Ia mengatakan, ada empat proyek yang diduga dikorupsi, yakni proyek pada program irigasi, rehab irigasi di desa Mulak Tiga senilai Rp2,3 miliar, rehab jaringan irigasi Rp4,3 miliar, rehab irigasi Rp 3,3 miliar dan irigasi Danau di Sekayu, Rp9,9 miliar. Dengan skema yang diatur DRA, ia diperkirakan akan menerima fee sebesar Rp2,6 miliar dari empat proyek tersebut.

SHU terancam pasal 5 ayat 1 UU 13 tahun 1999 mengenai Tindak Pidana Korupsi yang sudah diatur dalam perubahan UU nomor 20 tahun 2021. Sedangkan tiga tersangka lainnya, DRA, HM dan EU disangkakan pasal 12, pasal 12b, atau pasal 11 UU yang sama.